Guru Harus Jadi ‘Tukang Gosok Batu’ Profesional

Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani. | DOK. HUMAS & PROTOKOLER PEMKAB LUTRA

Bupati Luwu Utara (Lutra) Indah Putri Indriani. | DOK. HUMAS & PROTOKOLER PEMKAB LUTRA

SISWA itu ibarat batu.  Dia harus dipoles atau digosok oleh tukang batu yang profesional supaya bisa menghasilkan batu-batu yang bernilai tinggi.

Analogi ini dilontarkan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, ketika melepas 50 guru Program Sarjana Mengajar ke wilayah tugasnya di empat wilayah terisolir kemarin.

“Siswa itu seperti batu, batu yang berharga, tapi batu ini nanti bernilai tinggi jika dipoles oleh tukang batu yang profesional,” ujar Indah beranalogi. Indah menambahkan, jika batu itu salah poles oleh orang yang tidak biasa memoles, maka batu itu bisa rusak dan menjadikannya tak bernilai.

“Batu ini tidak boleh asal dipoles. Kalau dia dipoles oleh orang-orang yang memang tidak biasa memoles, maka batu itu bisa pecah dan rusak, sehingga menjadikannya tidak bernilai,” terang Indah.

Olehnya itu, lanjut Indah, supaya batu itu bisa bernilai, maka harus dipoles oleh tukang gosok batu yang profesional. “Supaya batu ini bernilai tinggi, maka harus digosok oleh tukang batu profesional. Nah, guru itu ibarat tukang gosok batu profesional yang nantinya bisa memoles siswanya menjadi siswa yang berkualitas,” tandas Indah.

“Hanya guru yang profesional yang bisa melahirkan orang-orang hebat. Orang hebat bisa menghasilkan beberapa karya hebat, tapi guru hebat bisa menghasilkan ribuan orang hebat,” pungkas Indah. (rls/pojoksulsel)



loading...

Feeds