Legislator Mangkir, Ratusan Massa Jasa Angkutan Darat Kecewa


POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Sejumlah organisasi jasa angkutan di Kota Makassar mengaku kecewa dengan kinerja anggota Komisi A DPRD Kota Makassar.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Sejumlah organisasi jasa angkutan di Kota Makassar mengaku kecewa dengan kinerja anggota Komisi A DPRD Kota Makassar.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Sejumlah organisasi jasa angkutan di Kota Makassar mengaku kecewa dengan kinerja anggota Komisi A DPRD Kota Makassar.

Kekecewaan tersebut, lantaran rapat yang telah diagendakan di ruang Banggar pagi tadi batal berjalan, lantaran tak satu pun anggota dewan yang hadir.

Sebelumnya diketahui, Komisi A telah mengundang perwakilan organisasi perhubungan untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang ada di kota Makassar melalui surat tertanggal 1 Maret 2017.
Agendanya sendiri adalah menindaklanjuti aspirasi dari aliansi masyarakat moda angkutan transportasi Sulawesi Selatan perihal transportasi berbasis online dan penolakan terhadap rencana pemberlakukan petepete smart.

Rapat yang harusnya dimulai 10.00 Wita, namun hingga pukul 12.00 Wita tidak satu pun dari anggota Komisi A yang hadir menemui para tamu tersebut. Ratusan massa dari Organisasi Angkutan Darat (Organda), Asosiasi Perusahaan Taksi (Apetasi), Lembaga bantuan Hukum (LBH) dan organisasi mahasiswa akhirnya meluapkan kekecewaannya dengan orasi di depan ruang Komisi A dan Banggar.

Sementara itu, perwakilan pemerintah kota, yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Kominfo dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, juga sempat menunggu hingga beberapa jam. Namun, karena Anggota Komisi A tak kunjung menampakkan diri, perwakilan Pemkot dan Organisasi lainnya akhirnya membubarkan diri dan pulang.

Ketua Organda Makassar Zainal Abidin yang dikonfirmasi, mengatakan, anggota Komisi A malas dan tidak konsisten. Dia juga menilai tidak ada niat baik komisi A DPRD Makassar untuk mencari solusi atas permasalahan angkutan berbasis online yang beroperasi tanpa adanya payung hukum.

“Kita menunggu lama, tapi tidak ada satupun anggota dewan yang temui kita, sementara mereka yang mengundang. Kami merasa sangat kecewa karena kita diundang secara resmi dan kita hadir tepat waktu jam 10.00 Wita,” katanya, Jumat (3/3/2017).

Tidak hanya Zainal, Ketua Asosiasi Perusahaan Taksi (Apetasi) Sulsel Burhanuddin juga mengaku kecewa dengan sikap komisi A yang tidak konsisten. Dia mengaku tidak ingin lagi memenuhi panggilan DPRD Kota Makassar. Akibat kejadian ini, pihaknya akhirnya memutuskan akan melakukan mogok massal 8 Maret mendatang setelah rapat pemantapan bersama Organda.

“Ini menunjukkan betapa memalukannya DPRD Kota Makassar, ada apa ini dengan perwakilan rakyat ini. Kami tidak akan menghadiri undangan pertemuan. Setelah rapat pemantapan nanti kita akan turun aksi mogok massal dengan Organda 8 Maret nanti,” tegasnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Coba Cara Ini Agar Sperma Sehat

POJOKSUSLEL.com – Makanan yang dikonsumsi tiap hari wajib mengandung energi dan gizi seimbang yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain makanan, ternyata …