Tugas Penyidik Kian Berat Ungkap Kasus Perkosaan Siswi SLB Ma’innong Soppeng

Djusman AR

Djusman AR

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Tugas penyidik polisi bertambah panjang alias kian berat mengungkap siapa ayah biologis dari bayi yang dilahirkan Bg, siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Ma’innong, Desa Pising, Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang menjadi korban perkosaan.

Pasalnya, dari hasil tes DNA yang dilakukan penyidik Polres Soppeng di Polda Sulsel berdasarkan sampel yang diambil, beberapa waktu lalu, semua hasilnya negatif. Dari dua orang laki-laki yang diambil sampelnya, semua negatif merujuk sebagai ayah biologis dari anak yang dilahirkan Bg.

“Tugas penyidik dipastikan bertambah berat untuk mengusut dan mengungkap secara tuntas kasus ini. Siapa sebenarnya ayah biologis dari bayi yang dilahirkan Bg,” kata Direktur LP Sibuk (Lembaga Peduli Sosial, Ekonomi, Budaya, dan Hukum) Sulsel Djusman AR, Kamis (2/3/2017).

Djusman AR mengatakan, penyidik dipastikan harus lebih mempertajam penyelidikan untuk menemukan siapa pelaku pemerkosaan terhadap siswi SLB Ma’innong Soppeng tersebut.

“Karena tidak mungkin ada perempuan yang hamil hingga melahirkan tanpa ada yang menghamilinya. Inilah sebenarnya substansi hukumnya,” kata Djusman AR.

Sebagaimana diberitakan, pengakuan Bg di hadapan penyidik polisi, anggota DPRD Soppeng, yang juga keluarga Bg, Andi Ria Akudran, Djusman AR, Ketua YLBHM Adnan Buyung Azis, dan Koordinator Divisi Pelayanan LBH APIK Siti Nur Faida jawaban Bg tidak pernah berubah.

Bg konsisten menyebut nama Rm sebagai orang yang memperkosanya. Bahkan, secara detail, Bg menceritakan bagaimana dirinya diperkosa di wc sekolahnya saat disuruh membersihkan.

Berdasarkan hasil tes DNA, dimana polisi juga mengambil sampel dari Rm, ternyata negatif. Djusman AR mengatakan, meski hasil DNA sudah keluar dan dinyatakan negatif, bukan berarti kasus dugaan pemerkosaan siswi SLB Ma’innong ini final atau berhenti.

“Karena hasil itu bukan merupakan kepastian hukum. Malah akan lebih menyulitkan penyidik untuk mengungkap siapa pelaku sebenarnya,” kata Djusman AR.

Bisa saja, kata Djusman AR, polisi melakukan penelusuran lebih detail atas pengakuan korban Bg, adanya pemberian uang dari seseorang, dan fakta lain.

“Apalagi jika ada pemufakatan jahat, misalnya pemberian uang untuk rencana penguguran jabang bayi yng masih dalam kandungan, itu yang lebih berbahaya,” kata Djusman AR.

Sementara itu, terkait keinginan anggota DPR RI Syamsu Niang menuntut beberapa pihak, yakni Djusman AR, Andi Ria Akudran, dan anggota DPRD Sulsel Andi Nurhidayati terkait dugaan pencemaran nama baik atas kasus dugaan pemerkosaan siswi SLB Ma’innong Soppeng, Djusman AR menyatakan kesiapannya.

Djusman AR mengatakan, adalah hak setiap warga negara yang merasa dirugikan untuk melapor dan berperkara atas nama hukum. Hanya saja, kata Djusman AR, dalam tuntutannnya (Syamsu Niang) juga harus jelas apa unsur deliknya karena bisa saja pihaknya melapor balik.



loading...

Feeds

Walikota Palopo Judas Amir saat menerima predikat WTP dari BPK

Kota Palopo Pertahankan Predikat WTP

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Palopo kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Wali …
Kantor BNI Poso yang ambruk akibat gempa berkekuatan 6,6 SR mengguncang Kabupaten Poso, Sulteng. IST

Kantor BNI Poso Ambruk Diguncang Gempa

POJOKSULSEL.com, POSO – Gempa bumi berkekuatan 6,6 RS yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (29/5/2017) malam, menyebabkan Kantor …
berita bola, berita makassar, berita sulawesi selatan, berita terbaru, berita terbaru makassar, berita terkini, berita terkini makassar, bola terkini, kartu merah wasit, makassar, pojok sulsel, pojoksulsel.com, sulawesi selatan, sulsel, wasit argentina ditembak mati, wasit ditembak mati

Seperti Ini Kualitas Wasit Indonesia

POJOKSULSEL.com – George Cumming, konsultan wasit asal Skotlandia, yang didatangkan PSSI menyebutkan, seorang wasit yang bisa memimpin laga dengan baik, …