Pembekalan KKN Profesi, Mahasiswa UIM Diminta Kedepankan Kompetensi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Makassar (UIM) melaksanakan pembekalan dan pelepasan terhadap 260 mahasiswa Kerja Kuliah Nyata Profesi (KKN-P) di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Kamis (2/3/2017).

Ketua Panitia KKN-P UIM, Rahmah Fitriana mengatakan mahasiswa KKN-P kampus UIM akan disebar sesuai dengan bidang keilmuannya melalui rumah sakit, lembaga pendidikan, lembaga pemerintah dan lembaga swasta.

Rahmah Fitriana menyebutkan sebelum berangkat ke lokasi KKN,  peserta KKN-P kampus UIM akan mendapatkan pembekalan terkait pembinaan/penguatan nilai-nilai budaya Islami di lingkungan tempat kerja, Arti dan tujuan KKN-P UIM, Pentingnya akidah dan akhlak dalam pelaksanaan KKN-P dan Eksistensi pelaksaanaan KKN-P.

“Pematerinya itu adalah Wakil Rektor I Prof Arfin Hamid, Wakil Rektor III Dr Abd Rahim Mas P, Wakil Rektor II Dr Saripuddin Muddin, Wakil Rekor IV Dr Muammar Bakry, dan Ketua LPPM Dr Musdalipa,” kata Rahmah Fitriana, Kamis (2/3/2017).

Ketua LPPM UIM Musdalifah Mahmud mengatakan KKN-P mesti mengedepankan kompetensi keilmuan, sehingga mahasiswa dituntut untuk mengembangkan diri sesuai komptensi yang dimiliki.

Musdalifah Mahmud juga berpesan kepada mahasiswa KKN-P untuk menjaga nama baik almamater UIM, selama berada di lokasi KKN.

Sementara itu, Wakil Rektor I Prof Arfin Hamid berpesan kepada mahasiswa KKN-P UIM agar supaya melaksanakan terapan IPTEKS secara teamwork dan interdispliner. Selain itu, menguasai berbagai cara berfikir, mampu mengambil keputusan dan mengembangkan inovasi yang tepat, serta bertanggungjawab dalam mengembangkan pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat.

Prof Arfin Hamid mengatakan, UIM sebagai Perguruan Tinggi terkemuka tentunya dalam menjalankan proses pembelajaran selalu mematuhi peraturan-peraturan pemerintah

Tidak hanya itu, UIM telah mengesahkan instrumen perguruan tinggi yakni peraturan akademik, peraturan kepegawaian, peraturan keuangan, peraturan tata persuratan, peraturan rumah tangga, peraturan kemahasiswaan, kode etik mahasiswa, dan pedoman kerja sama sebagai acuan dalam pengelolaan Perguruan Tinggi.

“Dalam ber-KKN dituntut tidak hanya kompetensi, tetapi mahasiswa harus tampil di tengah masyarakat menampilkan UIM sebagai kampus Qur’an,” ungkap Prof Arfin Hamid.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds