Ternyata Ujian Guru Program Sarjana Mengajar Belum Selesai

Bupati Indah Putri Indriani saat melepas 50 guru Program Sarjana Mengajar, Rabu 1 Maret 2017 di Aula Kantor Dinas Pendidikan.

Bupati Indah Putri Indriani saat melepas 50 guru Program Sarjana Mengajar, Rabu 1 Maret 2017 di Aula Kantor Dinas Pendidikan.

SEBANYAK 50 guru non PNS hasil seleksi Program Sarjana Mengajar yang dinyatakan lulus dan akan melaksanakan tugas di empat wilayah terpencil di Luwu Utara, ternyata belum selesai.

Hal itu diungkap Bupati Indah Putri Indriani saat melepas 50 guru Program Sarjana Mengajar, Rabu 1 Maret 2017 di Aula Kantor Dinas Pendidikan.

“Ujian perekrutan saudara belum selesai. Siapa bilang ini akhir dari ujian Program Sarjana Mengajar yang kalian ikuti? Tidak…!,” tegas Indah.

Indah mengatakan, ujian sesungguhnya yang akan dilalui para lulusan seleksi guru program sarjana mengajar adalah di lapangan alias di tempat tugas mereka masing-masing, karena untuk tahap pertama, 50 guru non PNS ini memang ditempatkan di daerah-daerah terpencil yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Listrik mungkin belum normal, akses jalan yang sulit dilalui, medan yang menantang, serta jaringan yang timbul tenggelam adalah seabrek ujian yang akan dilalui oleh para guru tersebut. “Kita akan lihat satu tahun perjanjian kontrak yang saudara lakukan, lolos tidak kalian lalui berbagai tantangan tersebut. Betah tidak kalian di sana,” ujar Indah.

Meski demikian, Indah Putri yakin bahwa para guru tersebut telah berikrar mengabdikan dirinya semata-mata untuk kemajuan pendidikan di Luwu Utara. “Saya yakin pada saat saudara memilih ini, tujuan saudara bukan untuk mencari kerja, melainkan semata-mata hanya untuk mengabdi dan memajukan pendidikan di Luwu Utara. Saya yakin itu,” tegas Indah seraya mengungkapkan rasa harunya ketika seorang guru mengatakan akan meninggalkan yang lain karena ingin mengabdi pada dunia pendidikan di tempat terpencil.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Jasrum, dalam laporannya mengatakan, dari 50 guru yang lulus seleksi ini nantinya akan mengisi pos-pos yang dinilai kurang di wilayah terpencil, dengan klasifikasi sebagai berikut: guru kelas SD 34 orang, guru IPA terpadu delapan orang, guru matematika enam orang, guru bahasa Indonesia dan bahasa Inggris masing-masing satu orang.
“Dari beberapa klasifikasi tadi, guru bahasa Inggris paling banyak pendaftarnya tapi cuma satu ji yang diterima,” ungkap Jasrum.
Para guru non PNS program sarjana mengajar ini telah resmi bertugas di empat wilayah terpencil, yakni di Kecamatan Rongkong, Seko, Rampi dan Malangke, dengan durasi kontrak selama setahun. Dan selama menjalankan tugasnya, mereka tetap akan dievaluasi per triwulan. Jika kinerjanya dinilai baik, maka akan dilanjutkan kerjasamanya. Pun sebaliknya. (rls/pojoksulsel)



loading...

Feeds