Putaran Kedua Pilgub DKI, Warga Jakarta Harus Perhatikan Hal Ini

Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

DIREKTUR Lembaga Analisis Politik Indonesia, Maksimus Ramses Lalongkoe mengatakan, warga DKI Jakarta harus bisa memilih calon terbaik dari yang baik pada pelaksanaan pilkada putaran kedua April mendatang.

Penentuan pilihan seperti ini harus pula dilandasi berbagai indikator, mulai dari rekam jejak, visi-misi, dan program kerja pasangan calon yang kesemuaannya dilihat secara komprehensip atau tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya.

Karena katanya akan terjadi persainggan ketat antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dengan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam merebut hati pemilih.

“Warga Jakarta sebagai pemilih tentunya harus memilih calon yang terbaik dari yang baik,” ujar Ramses kepada JawaPos.com, Rabu (1/2/2017).

Pengamat politik dari Universitas Mercu Buana (UMB) menambahkan, keputusan untuk memilih yang terbaik adalah keputusan rasional dalam suatu demokrasi. Demokrasi membiarkan semua orang menentukan pilihannya sesuai hati nurani tanpa suatu tekanan apapun.

Warga Jakarta lanjut Ramses cukup mengetahui mana pasangan calon terbaik dan mana yang buruk. Penentuan pilihan ini juga bukan atas dasar suka dan tidak suka, tapi harus pula didasarkan pada pertimbangan rasionalitas sehingga pasangan calon terpilih bisa membangun Jakarta.

“Jangan pilih karena ada rasa suka dan tidak suka. Tapi pilih sesuai pertimbangan rasional demi membangun Jakarta ke arah yang lebih baik,” katanya.

Ia pun meminta warga Jakarta untuk tidak terlarut dan bahkan terbius janji-janji yang sulit direalisasikan oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

(cr2/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds