Ternyata, Ini Aktor Utama Pembunuh Kim Jong Nam? Skenario Lengkap

Kim Jong Nam

Kim Jong Nam

POJOKSULSEL.com, KORSEL – Pernyataan mengejutkan dipaparkan anggota dewan Korea Selatan (Korsel). Disebutkan otak di balik pembunuhan Kim Jong Nam adalah adiknya sendiri, pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.

Untuk melaksanakan tugas mematikan itu, ditunjuklah dua kementrian untuk membuat plot pembunuhan berencana.

”Pembunuhan Kim Jong-nam adalah teror sistemastis yang diperintahkan oleh Kim Jong-un,” ujar anggota dewan Korsel Kim Byung-kee di salah satu stasiun TV Korsel.

Byun-kee mengungkapkan, informasi tersebut didapat dari intelejen Korsel yang juga berusaha membongkar kejahatan berencana tersebut.

”Operasi tersebut dilakukan oleh dua grup pembunuh dan satu grup pendukung. Kementerian luar negeri dan kemanan nasional pun menunjuk dua tersangka perempuan untuk melakukan pembunuhan itu,” sambungnya.

Pernyataan Byung-kee memang masih harus dibuktikan kebenarannya. Selama ini Korut selalu menyangkal terlibat dalam pembunuhan Jong Nam. Mereka juga menuduh pernyataan dari media-media Korsel adalah tidak benar.

Jong Nam diserang dua perempuan di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia pada 13 Februari. Kondisinya memburuk di bandara dan langsung dibawa ke RS. Namun, 20 menit kemudian, Jong-nam kehilangan nyawa.

Byung-kee menambahkan, dua kelompok pembunuh tersebut bekerja terpisah sebelum bertemu di Malaysia. Grup pertama, katanya, terdiri atas staf departemen keamanan negara Korsel Ri Jae Nam dan staf kementerian luar negeri Ri Ji Hyon. Mereka merekruit tersangka Vietnam Doan Thi Huong.

Sementara grup kedua, juga terdiri atas staf departemen keamanan negara O Jong Gil, dan member kementrian luar negeri Hong Song Hac. Kedunya kemudian mengajak tersangka asal Indonesia, Siti Aisyah.

(CNN/tia/jpg/sdf/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Ini Syarat Calon Walikota PPP Parepare

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Ketua Bappilu Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP), Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Salam Latif, mengatakan sejauh …