Potensi Perpecahan Pemilu RT/RW, Danny: Hal Itu Tidak Terbukti

Walikota Makassar Danny Pomanto. DOK. POJOKSULSEL

Walikota Makassar Danny Pomanto. DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR –  Kekhawatiran sejumlah kalangan yang menilai bahwa pemilihan umum (Pemilu) RT/RW yang digelar Minggu (26/2) lalu, tidak akan berdampak destruktif pada kehidupan sosial masyarakat. Hal itu, disampaikan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, saat diwawancarai Senin, (27/2/2017).

“Pemilihan RT/RW yang pertama di Indonesia itu disambut baik, kekhawatiran sejumlah pihak bahwa akan memecahkan sendi sosial masyarakat, itu tidak terbukti,” ujarnya, Senin (27/2/2017).

Meski begitu, Danny menilai hal tersebut menjadi bahan pertimbangan dan sekaligus peringatan bagi dirinya untuk lebih menjaga kerukunan warga kota Makassar.

“Tapi saya ucapkan terimakasih atas surat online beberapa pihak yang menuduh ini mengkotak-kotakkan masyarakat, ini akan menjadi warning bagi saya untuk menjaga itu,” tambahnya.

Pemilu RT/RW tersebut, lanjut Danny, akan menjadi momen pesta demokrasi dan konsolidasi antar masyarakat dari berbagai kalangan.

“Banyak kejutan luar biasa, seperti orang kalah siap jadi penasehat wali kota. Hal yang menarik adalah ini menjadi pesta demokrasi dan konsolidadi masyarakat dari segala umur. Apalagi kalangan muda sudah mau berpartisipasi,” jelasnya.

Sementara itu, beberapa hari yang lalu, Legislator DPRD Makassar dari fraksi Nasdem Supratman, menyesalkan kebijakan yang diambil oleh Wali kota Makassar, Danny Pomanto yang harus menggelar pemilihan RT/RW laiknya pemilukada tingkat Kabupaten/kota.

“Saya sejak awal katakan, kenapa tidak dilakukan dengan kekeluargaan dengan di fasilitasi pemerintah kelurahan setempat saja, toh tidak ada bedanya kan. Apa kira-kira bedanya ketua RT/RW yang sekarang sama yang pakai cara kekeluargaan seperti sebelumnya,” ujar Supratman, Minggu (26/2/2017) malam sebelum pemilu RT/RW digelar.

“Saya kira potensi perpecahan di level bawah itu luput dari hitungan pak Danny, pada dasarnya sama saja. Inikan juga menjadi tanda tanya buat pak Danny, kok hal seperti ini ditegaskan sama ketingkat bawah, padahal di satu sisi keterlibatakan unsur TNI-Polri dia tidak tegasi, begitu juga ASN,” tambahnya.

Sementara itu, terkait calon ketua RT/RW yang tidak terpilih kemudian di SK-kan menjadi penasehat oleh Pemkot Makassar, Supratman menilai hal tersebut sebagai bentuk kesadaran Danny akan potensi yang akan ditimbulkan jika pemilihan tersebut telah berjalan.

“Saya kira pak Danny juga pasti menyadari akan potensi terjadi konflik dilevel bawah, buktinya nyatanya adalah dia instruksikan kepada Camat dan Lurahnya untuk merangkul yang kalah menjadi penasehat,” jelasnya.

“Sekarang, persoalannya, penasehat itu mau digaji dari mana. Mau diambilkan anggaran dari mana penasehat itu. Tapi tidak apa-apa mungkin, kalau misalnya pak Danny mau pakai biaya pribadinya untuk menggaji para penasehat itu,” pungkasnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

mudik, jalan rusak, jalur trans sulawesi rusak, trans sulawesi rusak, mudik jalan rusak, jalan rusak ke palopo, mudik 2017

Mudik yang Mengecewakan

SEMINGGU sebelum Lebaran, saya membayangkan jalur mudik trans Sulawesi mulus. Paling tidak tidak ada hambatan berarti. Saya membayangkan, jalur ini …