Danny Pomanto Tak Datang, Calon Mundur. Kecewa! Hamzah Hamid: Regulasi Pemilu RT/RW Perlu Dibenahi

Deklarasi damai Pemilihan Ketua RT/RW di Kota Makassar, Sulsel, Jumat (24/2/2017). Pesta demokrasi secara serentak di Makassar ini akan digelar pada Minggu (26/2/2017). | DOK. HUMAS KECAMATAN MAKASSAR

Deklarasi damai Pemilihan Ketua RT/RW di Kota Makassar, Sulsel, Jumat (24/2/2017). Pesta demokrasi secara serentak di Makassar ini akan digelar pada Minggu (26/2/2017). | DOK. HUMAS KECAMATAN MAKASSAR

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Sekretaris Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar Hamzah Hamid menilai beberapa poin dalam regulasi pemilihan Ketua RT/RW masih memiliki banyak kekurangan. Menurutnya, sejumlah kekurangan yang ada saat harus menjadi perhatian, dan perlu pemkot harus mengevaluasi hal tersebut kedepanya.

“Memang pada point kampanyenya kedepan harus dihilangkan, supaya tidak ada sekat-sekat di antara masyarakat. Kedepan tidak boleh lagi ada kampanye. Tapi kan perdanya belum sempurna dan kedepan harus ada pengawasan dari panitia,” kata Hamzah, yang juga ketua DPD PAN Makassar ini, Senin (27/2/2017).

Hamzah menilai, tanpa kampanye pun, masyarakat bisa secara transparan saling dukung mendukung tanpa adanya sentimen berlebihan dari tiap warga atau pasangan calon.

“Karena dia kan saling tahu bahwa ini dulu adalah lawan saya, makanya kedepan kampanye terbuka harus dihilangkan dan itu dimasukan ke dalam Perwali. Silaturahmi saja, tidak usah ada kampanye apalagi sampai acara bakar-bakar ini itu,” jelasnya.

Lebih jauh, Ia mengatakan, hal lain yang perlu diatur dalam Perwali pemilihan RT/RW tersebut adalah, bagi calon yang telah melakukan pendaftaran tidak boleh mengundurkan diri. Pasalnya salah satu RW terpilih di RW 04 Kelurahan Batuan mengundurkan diri sebelum pemilihan. “Dia sudah mengundurkan diri, tapi tetap terpilih kembali,” tambahnya.

Saat ditanya soal penyebab mundurnya, Ketua DPD PAN Kota Makassar ini mengatakan bahwa calon tersebut kecewa dengan Walikota Makassar Danny Pomanto.

“Hanya biasa saja. Dia dijanji sama Pak Wali Kota untuk hadir di TPS-nya, Pak Camat dan Pak Lurah sudah komunikasi. Antusias masyarakat juga melakukan persiapan untuk menjemput, tapi pak Wali tidak jadi datang, makanya dia kecewa dan mengundurkan diri, buyarlah pendukungnya, tapi dia tetap terpilih” tuturnya.

Kedati demikian, Hamzah mengakui, bahwa demokrasi tingkat kepemimpinan paling bawah yang pertama dilakukan di Makassar ini, memiliki banyak pelajaran positif.

“Pada dasarnya bagus, tapi memang ada beberapa hal yang harus dibenahi. Lagian ini juga kan pertama kali dilakukan,” tandasnya.

Meski begitu, Hamzah menilai bahwa pemilihan Ketua RT/RW yang dilakukan secara serentak di kota Makassar adalah salah satu program yang terbilang sukses mengubah cara berpikir masyarakat.

“Pemilihan Ketua RT/RW ini memberikan pendidikan politik masyarakat kota makassar, sehingga betul lahir tokoh masyarakat tingkat RT dan RW,” pungkasnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

maros, knpi maros, musda knpi maros, calon ketua knpi maros, ketua knpi maros, pemilihan ketua knpi maros

Inilah 6 Calon Ketua KNPI Maros

POJOKSULSEL.com MAROS – Enam orang bakal calon ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Maros, secara resmi ditetapkan sebagai calon ketua …
pilgub sulsel, pilgub sulsel 2018, survei Poltracking, survei pilgub sulsel, nurdin abdullah, na pilgub sulsel, pilgub sulsel na, survei nurdin abdullah, survei na

PAN Merapat ke NA, Ini Kata Andi Rio

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rekomendasi Partai Amanat Nasional (PAN) kabarnya berada di barisan bakal calon gubernur Sulsel Prof Dr Nurdin Abdullah …

Kopel Buka Klinik Antikorupsi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Anggota Komisi Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia, Syamsuddin berharap, Klinik Anti Korupsi mampu menumbuhkan dan melahirkan kader-kader terbaik …