Terapkan Desa Mandiri Terpadu, Luwu Utara Tiru Korea

POJOKSULSEL.com, LUWU UTARA – Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara kini tengah giat-giatnya berbenah dengan menciptakan inovasi-inovasi baru. Maka tidak heran seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kini nampak seperti berlomba melahirkan inovasi-inovasi baru seperti yang sering ditekankan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani.

Banyak cara untuk mendapatkan inovasi, salah satunya adalah dengan mengadopsi program-program yang sama sekali baru di daerah, seperti yang dilakukan BAPPEDA dengan menelurkan program Desa Mandiri Terpadu.

Program tersebut terinspirasi dari gerakan Saemaul Undong sebuah program pengentasan kemiskinan di Korea di mana desa sebagai motor penggeraknya. Demikian diungkapkan Kepala Bappeda Rusydi Rasyid saat memimpin Rapat Koordinasi Program Desa Mandiri Terpadu di Aula Kantor Bappeda Pemkab Luwu Utara, Jumat (24/2/2017), kemarin.

“Sebagai langkah awal dari program tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara telah menetapkan tiga desa yang akan menjadi pilot project Desa Mandiri Terpadu yaitu Desa Mario, Wonokerto dan Sukaraya,” ujar Rusydi.

Dikatakan Rusydi, Korea sebagai salah satu negara maju di Asia telah mampu bersaing dengan negara yang lebih dulu berkembang seperti Tiongkok dan Jepang.

“Salah satu resep kenapa Korea bisa maju tumbuh berkembang adalah adanya program Saemaul Undong tadi, di mana program tersebut menitikberatkan pada desa sebagai motor penggerak,” tambah Rusydi. Dengan program Desa Mandiri Terpadu, Rusydi berharap inspirasi Saemul Undong, bisa menular melalui program tersebut.

“Semoga program tersebut bisa kita terapkan di Luwu Utara. Kalau Korea bisa menyulap desa menjadi sejahtera dan makmur, serta bangkit keluar dari keterpurukan dan kemiskinan, maka kenapa tidak dengan program Desa Mandiri Terpadu ini kita berharap hasil yang serupa.” terang Rusydi.

Mantan Kadis Pertanian ini menambahkan, desa ibarat rahim kedua ibu pertiwi yang memberi napas kehidupan bagi negeri ini, serta memberi harapan yang besar dalam pembangunan bangsa ke depannya, sehingga menjadi kewajiban sebuah pemerintah membangun daerah dari desa ke kota.

“Mari kita membangun dari desa ke kota seperti kita lagi makan bubur yang panas, disendok mulai dari pinggir piring hingga ke tengah,” ucap Rusydi beranalogi.

“Program Desa Mandiri Terpadu digagas untuk mendorong pembangunan desa, memajukan kesejahteraan dan memenuhi hak dasar masyarakat seperti pangan, kesehatan dan pendidikan. Olehnya itu, kita berupaya memasukkan berbagai program kegiatan yang ada di tiap-tiap SKPD ke dalam satu desa dan program tersebut harus sesuai dengan prioritas pembangunan dan berlandaskan kearifan lokal,” pungkas Rusydi.

Lukman Hamarong
Staf Humas Pemkab Luwu Utara



loading...

Feeds

Barcelona Keok, Neymar Tertawa

POJOKSULSEL.com – Akun Twitter resmi Paris Saint-Germain (PSG) menjadi pembicaraan setelah memposting foto Neymar sedang tertawa lepas dalam latihan. Foto …