MIRIS!!! Anak Tewas setelah Duel dengan Bapak Kandung

Ilustrasi

Ilustrasi

WARGA RT 3, RW 5, Dusun Sumberbening, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, digegerkan peristiwa pembunuhan pagi kemarin (25/2/2017). Redo Kristiawan, 25, ditemukan bersimbah darah di kamar mandi di luar rumahnya dengan kondisi leher terluka.

Yang membikin miris, yang diduga menghilangkan nyawa Redo adalah Karniawan yang merupakan bapak kandung korban.

Sore kemarin jenazah Redo dimakamkan. Sebelumnya, jasad pemuda yang pernah mengalami gangguan jiwa itu dibawa ke RSUD Blambangan untuk diotopsi.

Hingga berita ini ditulis tadi malam, Karniawan masih menjalani pemeriksaan di Polsek Siliragung. Kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Kapolsek Siliragung AKP Endro Abrianto yang diwakili Kanitreskrim Aiptu Solikin menjelaskan, sejauh ini dari pemeriksaan empat saksi kejadian tersebut, polisi resmi menetapkan Karniawan sebagai tersangka.

”Tersangka bernama Karniawan, berusia 55 tahun. Korban bernama Redo Kristiawan,” jelasnya.

Menurut Solikin, dari keterangan sejumlah saksi dan tersangka, nyawa Redo melayang setelah terlibat pertengkaran dengan ayahnya. Pagi itu, sekitar pukul 04.00, Karniawan membangunkan Redo. Dia berencana mengantar Redo yang mengalami sakit telinga untuk berobat ke Kecamatan Genteng yang berjarak sekitar 30 kilometer.

Saat dibangunkan, Redo justru marah-marah. Dia mengamuk dan sempat melempar Karniawan. ”Pagi dibangunkan, ternyata ngamuk-ngamuk. Bapaknya disawat (dilempar) dengan magic com,” ungkap Solikin.

Untuk menghindari lemparan Redo, Karniawan berlari ke luar rumah. Namun, Redo tetap mengejar dan terus mengamuk. Bahkan, dia sempat melemparkan bongkahan batu bata ke arah bapaknya. Melihat amuk anaknya yang berlebihan itu, Karniawan pun emosional. Dia membalas aksi anaknya.

Sang ayah lantas mengambil batu bata dan dihantamkan ke leher Redo. Duel sengit ayah-anak pun tak terhindarkan.

Bahkan, perkelahian itu terus terjadi hingga di kamar mandi. “Terjadi penggumulan di dalam kamar mandi,” kata Solikin.

Saab itu, Karniawan yang sudah kalap membentur-benturkan kepala sang anak ke tembok. Hingga akhirnya sang anak meregang nyawa.

Diduga, pertengkaran itu dipicu dengan kondisi Redo yang pernah mengalami gangguan jiwa.

Salah satu tetangga dekat korban, Mujiono mengatakan bahwa anak dan bapak itu memang kerap bertengkar. “Redo sering mengancam bapaknya. Pernah kejadian sang bapak minta tolong saat anaknya hendak memukilinya pakai pentungan,” ujar Mujiono.

(sli/bay/jpg/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Barcelona Keok, Neymar Tertawa

POJOKSULSEL.com – Akun Twitter resmi Paris Saint-Germain (PSG) menjadi pembicaraan setelah memposting foto Neymar sedang tertawa lepas dalam latihan. Foto …