Film Pamanca, Kisah Prajurit Pemberani di Kerajaan Sulsel

Produser Eksekutif Pamanca The Movie Muhammad Basir alias Den Raffy di Kafe Labobar Toddopuli.

Produser Eksekutif Pamanca The Movie Muhammad Basir alias Den Raffy di Kafe Labobar Toddopuli.

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Satu lagi film asli Makassar yang akan diproduksi dalam waktu dekat ini. Judulnya adalah Pamanca, yang merupakan budaya dan sejarah sosial masyarakat Sulsel.

Di dalam budaya Bugis Makassar, Pamanca dikenal merupakan atraksi ekstrim, seperti kebal senjata tajam dan syarat perkelahian menggunakan badik diantranya, atraksi  badik dalam satu sarung atau (sitobo lalang lipa’).

“Kita mengambil latar cerita pamanca di era 1800-an, ” kata Produser Eksekutif Pamanca The Movie Muhammad Basir alias Den Raffy di Kafe Labobar Toddopuli.

Pria kelahiran Galesong itu membeberkan, bahan film Pamanca bergenre kolosal, diproduksi dengan menggunakan efek film yang dilengkapi kamera pendukung lain yang mumpuni.

Dalam film Pamanca yang digarap Rafindo Galesong itu ditaksi menghabiskan anggaran Rp 10 miliar. Akan berkisah tentang prajurit pemberani atau tobarani dijaman penjajahan, saat Belanda menjajah tanah air 300 ratus tahun silam, dimana seorang Pamanca.

Yang menampilkan segala keberaniannya dapat menyelesaikan pertarungan dan penyelamatan dalam perjuangan.

Adaptasi Pamanca dalam film itu tambahnya, akan mengambil alur cerita ditahun 1800-an dengan mengangkat latar yang menyentuh perang kerajaan-kerajaan di sejumlah kerajaan di Sulawesi selatan, seperti kerajaan Pangkep, Bone dan gowa.

Lokasi pengambilan gambar berada di beberapa kabupaten kota di Provinsi SulSel.

“Lokasi syuting kita berada di beberapa daerah, diantaranya meliput kabupaten Takalar, Jeneponto, gowa,dan Tana Toraja, serta kota Makassar,” tutur Den Raffy. (muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds