Kasus Korupsi PPN Palipi, Kejari Majene: Ada Aktor Baru

Kasi Pidsus Kejari Majene Rizal F

Kasi Pidsus Kejari Majene Rizal F

POJOKSULSEL.com, MAJENE – Kejari Majene kembali menetapkan tersangka dugaan korupsi pembangunan proyek Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palipi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Sebelumnya, penyidik Kejari Majene telah menetapkan 6 orang tersangka. 4 diantaranya telah divonis penjara, yakni Ahmad Hasan, Hayat Manggazali, Graha, dan Alamsyah.

Sementara dua lainnya, yakni Ilham dan Nawir masih menjalani proses persidangan karena belum ada putusan pengadilan tinggi atas banding penuntut umum.

Tersangka baru yang ditetapkan adalah PT Fatimah Indah Utama yang berkasnya akan segera dilimpahkan di pengadilan Tipikor Mamuju.

Kasi Pidsus Kejari Majene Rizal F mengatakan, perusahaan pelaksana proyek itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi. Saat diperiksa, diwakili oleh Direktur Utamanya HA, didampingi penasihat hukum.

“Kami telah dilakukan pemeriksaan terhadap PT Fatimah Indah Utama yang diwakili oleh direktur utamanya,” kata Rizal, Sabtu (25/2/2017).

Menurut Rizal, perusahaan tersebut telah melakukan perbuatan melawan hukum. HA yang mewakili perusahaan dalam penandatanganan kontrak pekerjaan, tidak melaksanakan kontrak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“Malah mempercayakan kepada H Nawir dan Ilham Mustari. Sehingga tindakan kedua orang tersebut adalah juga sebagai tindakan perusahaan,” ungkap Rizal.

Meski ditetapkan tersangka, Kejari Majene mengapresiasi perusahaan tersebut. PT Fatimah dinilai kooperatif dan beritikad baik karena telah menyerahkan kepada penyidik pengembalian kerugian negara sebesar Rp280 juta.

“Tetap diproses, namun meringankan tuntutan JPU dan putusan hakim,” katanya.

(herman mochtar/pojoksulsel)



loading...

Feeds