Dewan Minta Pemkot Makassar Benahi Standar Perizinan Minimarket

Direksi Corporate Affair Alfamidi, Solihin ditemui usai peresmian Teaching Factory di SMK Negeri 4 Makassar, Sabtu (25/2/2017). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

Direksi Corporate Affair Alfamidi, Solihin ditemui usai peresmian Teaching Factory di SMK Negeri 4 Makassar, Sabtu (25/2/2017). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar, Susuman Halim mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam hal ini Dinas Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Satu Pintu untuk membenahi semua kelengkapan perizinan bagi setiap minimarket di Makassar.

Pria yang akrab disapa Sugali itu, mengatakan, banyak minimarket yang saat ini beroperasi di Makassar tidak memenuhi standar persyaratan perizinan dan peruntukannya tetapi diloloskan dan dibiarkan beroperasi.

 

“Kita akan meminta untuk mendata kembali jumlah keseluruhan minimarket di Makassar karena seingat saya hanya sekitar 300 yang sudah kita tetapkan dan itu tidak boleh lagi ditambah,” ujar Sugali, Sabtu (25/2/2017).

Ia membeberkan hasil inspeksi mendadak(Sidak) yang dilakukan Komisi A beberapa waktu lalu, ditemukan ada dua minimarket yang paling bermasalah dengan perizinannya, yakni Alfamart dan Alfamidi. Sugali menjelaskan, meskipun dikelola dengan dua manajemen tetapi satu pemilik saham.

“Makanya kemarin kita desak dinas terkait untuk tidak serta merta mengeluarkan izin keduanya. Kalau pilihannya Alfamart jangan lagi mengeluarkan izin Alfamidi meski dikelolah dengan manajemen berbeda,” ungkapnya.

Karenanya, lanjut legislator dari fraksi Partai Demokrat itu, pihaknya dalam waktu dekat ini akan memanggil Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Satu Pintu rapat dengar pendapat(RDP) meminta agar tidak serta merta mengeluarkan izin terkait minimarket di Makassar.

“Agar lebih mudah dikontrol kita akan meminta agar hanya satu izin yang dikeluarkan,” paparnya.

Sementara itu, kepada pojoksulsel.com, Direksi Corporate Affair Alfamidi, Solihin mengatakan, Perusahaan tempatnya bekerja adalah perusahaan terbuka dengan 14ribu gerai di seluruh Indonesia, selalu memegang prinsip taat aturan, dimanapun usaha itu berada.

“Prinsip kami, dimanapun itu, kita selalu taat aturan,” kata Solihin, ditemui usai peresmian Teaching Factory di SMK Negeri 4 Makassar.

Menanggapi temuan dewan terkait adanya beberapa gerai Alfamidi yang izinnya tidak sesuai peruntukannya, Solihin hanya menegaskan kembali akan prinsip taat aturan tadi.

“Semua kan butuh proses, artinya begini, pertama kita buka usaha, hampir rata-rata tempat itu adalah sewa statusnya. 99 persen dari 14 ribu gerai itu sewa semua. Awal dimana kita berusaha itu, pasti lingkungan dulu. Kita selalu kembali kepada prinsip kita,” tuturnya menjelaskan.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Henny Handayani

Rakor IYL-Cakka Bahas Dukungan Parpol

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pemenangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) yang digelar di Makassar, Senin (20/11/2017) besok, …

Amunisi Baru Prof Andalan Kembali Terbentuk

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman, kembali mendapatkan amunisi baru …