Anak Durhaka… Rampok Ibu Kandung, “Harta atau Nyawa”

pojoksulsel - ilustrasi

pojoksulsel - ilustrasi

POJOKSULSEL.com, SEKADAU – Sahri (41) layak disebut sebagai anak durhaka. Warga Dusun Sebedau, Desa Sungai Ayak 1, Kecamatan Belitang Hilir, Sekadau itu tega merampok sang ibu Masni (60).

Tragedi memilukan itu terjadi di Jalan Gonis Rabu-Sungai Asam, Desa Sungai Ayak 1, Selasa (21/2) siang.

“Pelaku merampok gelang emas milik ibunya sendiri seberat 29 gram,” ucap Kapolsek Belitang Hilir Iptu M Sembiring kepada Rakyat Kalbar, Rabu (22/2/2017).

Dia mengatakan, Sahri tinggal serumah dengan Masni.

Sahri membohongi ibunya dengan mengatakan ada kiriman barang dari Heri, adik kandung pelaku yang tinggal di Nanga Mahap.

Sahri dan Masni lantas berangkat dari Sebedau menuju simpang Jalan Gonis Rabu-Sungai Asam, Selasa pukul 12:00.

Keduanya mengendarai sepeda motor Supra bernomor polisi KB 2467 VE.

Sesampainya di simpang jalan, Sahri mengajak ibunya menunggu di kebun karet.

Setelah itu, Masni masuk ke dalam kebun karet karena mau buang air kecil.

“Kemudian pelaku pergi mengendarai sepeda motornya dengan alasan mau bung air kecil di tempat lain,” ujar Sembiring.

Tapi bukannya buang air kecil, pelaku justru merencanakan merampok ibunya. Pelaku yang sudah pergi tapi belum terlalu jauh akhirnya berbalik arah menyusul sang ibu.

Menggunakan kacamata, topi dan bertopeng dengan baju yang disingkapkan ke wajahnya hingga menutup hidung, Sahri menodong ibunya.

“Dia menodong menggunakan kunci sepeda motor. Dia bilang ke ibunya, mau harta atau nyawa,” tutur Sembiring menirukan ucapan pelaku kepada korban.

Ibunya yang ketakukan hanya bisa pasrah. Sahri melucuti gelang rantai emas di tangan kiri ibunya.

“Kemudian pelaku bilang ke korban untuk berbalik arah masuk dalam hutan, tidak boleh menengok ke belakang,” papar Sembiring.

Setelah melancarkan aksinya, Sahri pergi dari lokasi.

Beberapa saat kemudian, dia mendatangi ibunya.

Sedangkan topeng dan topi terlebih dahulu disimpan jok sepeda motor.

Gelang emas ibunya disimpan dalam bungkus rokok dan dibuang di semak-semak tak jauh dari lokasi.

Rencananya gelang emas itu akan diambil setelah suasana tenang.

Berlagak tak berdosa, Sahri datang menghampiri sang ibu dan menanyakan apa yang terjadi.

Pelaku kemudian bersandiwara menelepon warga dan memberitahukan adanya kasus perampokan itu.

Warga pun berkerumun ke lokasi. Bahkan ada yang membawa senapan angin.

Polisi dari Polsek Belitang Hilir juga datang. Namun saat dicari, tidak ada jejak pelaku.

“Tapi di lokasi kami menemukan beberapa kejanggalan. Korban (ibunya) juga memakai kalung besar, tapi tidak diambil pelaku. Dari keterangan korban, pelaku juga berperawakan tinggi besar hitam, persis perawakan anaknya,” tutur Sembiring.

Berpijak pada kejanggalan itu, polisi kemudian membawa Masni dan anaknya ke Mapolsek Belitang Hilir.

Polisi juga mendapati topi di dalam jok sepeda motor pelaku.

“Waktu kami tanya, pelaku mengatakan itu topi anak pelaku. Tapi kami konfrontasi dengan anaknya, pelaku mengatakan itu topi milik pelaku,” imbuh Sembiring.

“Pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Pelaku mengatakan, dia terpaksa merampok ibunya karena kepepet uang untuk memperbaiki sepeda motornya yang rusak,” jelas Sembiring.

Sahri pun langsung ditahan di Mapolsek Belitang Hilir. Polisi juga menyita barang bukti gelang emas yang dirampok pelaku dari ibunya.

(bdu/jpg/sdf/pojoksulsel)



loading...

Feeds

politik sulsel, pemilu 2019, kpu maros, ppk maros, tes ppk maros

114 Calon PPK Maros Ikut Ujian Tulis

POJOKSULSEL.com MAROS – Sebanyak 144 calon Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Maros mengikuti tes tertulis di Gedung Serbaguna …