PILGUB SULBAR: Saksi Paslon 1 Tolak Tanda Tangan Berita Acara, Ini Alasannya

Tiga pasang kontestan Pilgub Sulbar 2017

Tiga pasang kontestan Pilgub Sulbar 2017

POJOKSULSEL.com, MAMUJU – Saksi pasangan calon (paslon) nomor 1 Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Barat (Sulbar) Suhardi Duka-Kalma Katta (Suka) atas nama

Syamsir dan Muh A Abrar, menolak menandatangani hasil rekapitulasi KPU Mamuju pada rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilgub Sulbar, Rabu (22/2/2017).

Menurut Syamsir, KPU Mamuju terlalu terburu-buru. Selain itu, KPU Mamuju juga dianggap tidak mengakomodir saksi paslon 1 untuk memperlihatkan C7 (daftar hadir) Kecamatan Simboro dan Mamuju.

“Kami tidak mau bertanda tangan karena kami menganggap KPU Mamuju terburu-buru dalam menetapkan dan tidak mau bertanya dulu sebelum menetapkan. Selain itu, permintaan kami untuk memperlihatkan C7 Kecamatan Simboro dan Mamuju itu tidak dilakukan,” kata Syamsir.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Mamuju Hamdan Dangkang, mengatakan, permintaan itu harusnya disanggah dari awal. Kendati demikian, ia tetap menghargai sikap paslon 1. Sebab tidak memperngaruhi hasil pleno.

Menanggapi keberatan paslon nomor urut 1, saksi paslon nomor urut 3 Ahmadi, mengatakan, keberatan saksi paslon nomor urut 1 itu tidak mendasar.

“Karena mereka sudah lalui itu di tingkat PPK. Kenapa tidak mempersoalkan dari awal? Mereka tidak memiliki bukti yang kuat soal banyaknya pengguna KTP elektronik dan Suket di wilayah Kalukku, Simboro dan Mamuju,” kata Ahmadi sebagai saksi paslon nomor 3 bersama Zulfakri Sultan.

Sebagaimana diberitakan, pada perhitungan tingkat KPU di 6 kabupaten di Sulbar, pasangan nomor 3 Ali Baal Masdar-Enny Anggeraeni (Abang) menang unggul tipis atas pasangan Suka.

Paslon Suka meraih suara 240.055 suara atau 38,01 persen, Salim-Hasan sebanyak 146.774 suara atau 23,24 persen dan Abang sebanyak 244.771 suara atau 38,75 persen.

(herman mochtar/pojoksulsel)



loading...

Feeds