Pesawat PM Israel Dilarang Lintasi Indonesia, Ini Alasannya

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – pesawat El Al yang membawa PM Israel, Netanyahu, dari Singapura dengan tujuan Sydney, Rabu (22/2/2017) harus terbang lebih lama.

Pesawat flag carrier Israel itu harus memutar menghindari wilayah udara Indonesia.

Mestinya penerbangan Singapura-Sydney berjarak tempuh 8,5 jam. Namun, akhirnya pesawat yang membawa Netanyahu sampai terbang selama 11 jam karena memutar mencari rute untuk menghindari wilayah udara Indonesia.

Kementerian Perhubungan pun memberi penjelasan tentang penyebab penerbangan pesawat pembawa Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu dari Singapura menuju Australia, Rabu (22/2/2017) tak bisa melintasi wilayah udara Indonesia.

Juru Bicara Kemenhub JA Barata mengatakan, pesawat El Al yang mengangkut Netanyahu memang tak mengantongi izin melintasi udara Indonesia. Sebab, harus ada diplomatic clearance dan security clearance bagi pesawat yang ditumpangi orang nomor satu di Negeri Yahudi itu.

“Karena kalau tidak punya itu yang pasti tidak akan bisa masuk. Kan ada persyaratannya,” ujar Barata kepada JawaPos.Com, Kamis (23/2/2017).

Menurut Barata, semua pesawat yang ingin melewati Indonesia harus memiliki diplomatic clearance dan security clearance. Untuk diplomatic clearance dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), sedangkan security clearance diterbitkan Mabes TNI melalui Kementerian Pertahanan.

“Jadi perdana menteri pasti hati-hati memasuki wilayah orang,” katanya.

(cr2/JPG)



loading...

Feeds

Barcelona Keok, Neymar Tertawa

POJOKSULSEL.com – Akun Twitter resmi Paris Saint-Germain (PSG) menjadi pembicaraan setelah memposting foto Neymar sedang tertawa lepas dalam latihan. Foto …