1 Dasawarsa, Voyage To Marege’ Pecahkan Rekor Penyusunan Buku di Ininnawa

Suasana bedah buku Voyage to Marege' di Gedung Iptek, Kampus Unhas Makassar, Sulsel. | POJOKSULSEL - IHSAN AZIS

Suasana bedah buku Voyage to Marege' di Gedung Iptek, Kampus Unhas Makassar, Sulsel. | POJOKSULSEL - IHSAN AZIS

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Voyage to Marege’ akhirnya diluncurkan dalam versi Bahasa Indonesia. Adalah Penerbit Ininnawa dengan penerjemah Anar Jimpe Rahman dan Ihsan Natsir ahirnya berhasil menyesaikan tugasnya setelah 1 dasawarsa. Oops!

Yah, memakai kata “akhirnya” karena buku ini memang ditunggu dari proses panjangnya. Anwar Jimpe Rahman dan Ihsan Natsir membutuhkan waktu 10 tahun menerjemahkan buku akan memperkaya literatur tentang pelayaran dan budaya maritim karya C.C Macknight.

 

Voyage to Marege’ dengan sendiri memecahkan rekor buku paling lama dikerjakan oleh Ininnawa. Buku yang berkisah atau menceritakan tentang pelayaran orang-orang dari jazirah Sulawei menuju Benua Australia diluncurkan di Benteng Rotterdam dan dilanjutkan dengan bedah buku di Gedung Ipteks, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Rabu (22/2/2017).

Penerjemah sekaligus Direktur Penerbit Ininnawa Anwar Jimpe Rahman mengakui jika proses alih bahasa selama 10 tahun merupakan pross yang tergolong lama dan menjadi buku paling lama disusun oleh Ininnawa.

“Hal ini disebabkan proses pemenuhan data yang cukup rumit. Perlu izin sana-sini untuk mendapatkan data, gambar sketsa dan sebagainya. Selain itu kajian yang diusung cukup kompleks, mulai dari antropologi, etnografi, sejarah dan masih banyak lagi,” ungkap lelaki yang akrab disapa sebagai Jimpe ini.

Buku setebal 300 halaman ini mengisahkan tentang pelayaran orang Makassar menuju ke daratan Australia. Pelayaran pada sekitar tahun 1700 masehi dilakukan dalam rangka mencari teripang yang menjadi komoditas andalan di Pasar Asia pada masa itu.

Sebelum menerbitkan Buku Voyage to Marege’ yang mencerikan mengenai perjalanan pencarian teripang di Australia, Ininnawa juga menerbitkan Buku Ekspedisi Pelayaran Akademis (EPA) II Korps Pencinta Alama (Korpla) Unhas dengan tema yang sama.

Buku EPA II Korpala Unhas yang ditulis Ostaf Al Mustafa selesai dikerjakan Ininnawa sekitar tahun lalu. Buku EPA II Korpala Unhas mencerikan perjalan anggota Korpala Unhas yang berlayar menelusuri perjalan pencarian teripang orang jazirah Sulawesi hingga ke Negeri Kanguru.

Buku EPA II Korpala Unhas juga kaya dengan kajian ilmiah dalam penulisan dan topik bahasanya. Tidak hanya seputar perjalanan anggota Korpala Unhas menembus ganasnya ombak, tapi juga perjalanan sejarah para pelaut Sulawesi dan pertalian budayanya dengan Suku Aborigin.

(ihsan azis/pojoksulsel)



loading...

Feeds