Kuasa Hukum Bur-Nojeng: 5.486 Suara Terindikasi Sebagai Pemilih “Siluman” di Takalar

Burhanuddin Baharuddin didampingi kuasa hukumnya, Anwar, melakukan jumpa pers terkait rencana pengajuan pelaporan sejumlah pelanggaran pada Pilkada Takalar Februari 2017, di posko pemenangan Golkar, Kompleks Ruko Topaz, Jalan Boelevard, Makassar, Rabu (22/2/2017). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

Burhanuddin Baharuddin didampingi kuasa hukumnya, Anwar, melakukan jumpa pers terkait rencana pengajuan pelaporan sejumlah pelanggaran pada Pilkada Takalar Februari 2017, di posko pemenangan Golkar, Kompleks Ruko Topaz, Jalan Boelevard, Makassar, Rabu (22/2/2017). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kuasa Hukum pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Takalar, Burhanuddin Baharuddin – Natsir Ibrahim (Bur-Nojeng) mengungkap ada sebanyak 5.486 suara yang didata oleh tim relawan Bur-Nojeng yang terindikasi sebagai pemilih “siluman”.

Hal itu terungkap saat Kuasa Hukum Bur, Anwar Ilyas SH didampingi Bur, menggelar konferensi pers terkait sejumlah pelanggaran hukum yang ditemukan tim relawan Bur-Nojeng saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Takalar, beberapa waktu lalu, di Rumah Pelayanan Karya Kekaryaan partai Golkar, Kompleks ruko Topaz, Jalan Boelevard, Makassar, Rabu (22/2/2017)

 

“Khusus untuk pemilih siluman yang sebanyak 5486 ini terindikasi melanggar UU di pasal 58, 117A, 117b UU No 10 2016 tentang Pilkada,” jelas Anwar.

Jumlah pemilih siluman tersebut, didapatkan setelah tim melakukan penelusuran terhadap nomor induk kependudukan (NIK) dari data pemilih. “Kami telusuri NIK, dan didapati, data di DPT ada yang tidak sesuai dengan data base yang di Dukcapil,” tambahnya.

“Suara ini (yang sebanyak 5486) kita tidak tahu dia memilih paslon yang mana. Yang jelas ini adalah pelanggaran,” tambahnya lagi merespon pertanyaan wartawan terkait dugaan suara pemilih siluman tersebut.

Sebelumnya, Ia menjelaskan bahwa timnya menerima banyak aduan dari masyarakat terkait dugaan kecurangan yang terjadi selama pemilihan dan sebelum pemilihan dilakukan.

“Kami menerima laporan dari saksi relawan dan dari masyarakat. Mereka melaporkan adanya kejadian aneh dan “khusus”, baik yang terjadi sebelum dan pada hari H (pelaksanaan pemilihan),” ungkap Anwar.

Anwar pun merinci sejumlah pelanggaran tersebut. Sebanyak sebanyak 7 poin pelanggaran yang dicatat oleh tim relawan dan tim kuasa hukum Bur-Nojeng. Di antaranya:
1. Memilih lebih dari dua kali
2. memilih bukan di tempat pemilihannya.
3. Menggunakan C6 yang bukan miliknya.
4. Pemilih di bawah umur
5. Bukan warga Takalar tapi memilih di Takalar, Di duga warga dari makassar dan Gowa
6. Ada oknum KPPS yang merusak surat suara.
7. Ada ribuan pemilih siluman yang di sisipkan di DPT dan tersebar di beberapa TPS.

Untuk itu, Tim Kuasa Hukum Bur-Nojeng akan mengajukan pelaporan ke Mahkamah Konstitusi terkait sejumlah pelanggaran tersebut.

“Selesai rekap kabupaten, tiga hari sejak ditetapkan. Insya Allah, besok tim akan ke Jakarta untuk menyetor pelaporan,” ungkapnya.

“Kami dari tim akan menuntut untuk dilakukan pemungutan suara ulang di sejumlah TPS yang terdeteksi terjadi pelanggaran tersebut,” tutupnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds