Pengelola Pasar Atapange Wajo Diduga Pungli

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pedagang di Pasar Rakyat Atapange, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, mengeluhkan pembangunan lods  sebanyak 800 petak berukuran 2×2 meter persegi.

Muh Yusran (32) salah satu pedagang mengatakan pengelola pasar diduga melakukan pungutan liar (pungli) pembangunan kios Pasar Rakyat Atapange.

Sebab, pengelola langsung mematok harga pembangunan lods yang dipungut dari para pedagang sebesar Rp 3,5 juta sampai Rp 5  juta.

“Kalau kami tidak membayar langsung dikeluarkan dari kios, dan kami juga tidak bisa menjual lagi di Pasar,” kata Yusran,  Minggu (19/2/2017).

Pedagang yang tidak memiliki pilihan, terpaksa menuruti kemauan pengelola Pasar Rakyat Atapange. Tapi lods yang dibangun tidak sesuai dengan harapan pedagang, sehingga pedagang harus mengeluarkan biaya untuk memperbaiki bangunan itu.

Sementara, Syamsuriadi pedagang Pasar lainnya mengaku tidak pernah terjadi kesepatakatan antara pedagang dan pengelola Pasar terkait pemabangunan lods. Pedagang pun dilarang untuk mempermasalahkan lods berukuran 2,2 meter itu.

Selain itu, Syamsuriadi bersama pedagang lainnya sudah beberapa kali mendatangi Polda Sulsel untuk melaporkan dugaan penyelewengan anggaran pembangunan pasar, tapi belum pernah dilayani oleh SPKT Polda Sulsel

Terpisah, Penanggungjawab pengelola pasar rakyat Atapange, Ambo Ela dikonfirmasi mengaku pembangunan 800 lods tersebut dilakukan secara swadaya karena telah disepakati oleh pedagang. Adapun biaya Rp3,5 juta sampai Rp5 juta tersebut juga telah disepakati antara pedagang dengan pengola pasar.

“Tidak benar kami bebankan pedagang tanpa ada kesepakatan sebelumnya,” kata Ambo.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds