Masuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, Aksebilitas Toraja Jadi Prioritas

Rapat koordinasi percepatan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Toraja di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, sebelum berangkat ke Toraja, Selasa (7/2/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Rapat koordinasi percepatan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Toraja di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, sebelum berangkat ke Toraja, Selasa (7/2/2017). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Tim Kementerian dan Pemda Toraja menggenjot percepatan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Toraja.

Sebagai tindak lanjut dari rapat terbatas di Istana Wapres pada 1 Februari lalu. Tim ini dikoordinir langsung Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Adapun kementerian lain yang terlibat dalam tim adalah Kementerian PUPR, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan.

Tim ini juga melibatkan Badan Promosi Pariwisata Sulsel, Akademisi Univeriatas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Univeristas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, serta Pemerintah Daerah (Pemda) Tana Toraja dan Toraja Utara.

Deputi Koordinasi Bidang Sumber Daya Manusia Iptek dan budaya Maritim Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin mengatakan, awalnya Toraja tidak masuk dalam KSPN yang dibiayai oleh Bank Dunia.

Namun, dalam rapat terbatas yang dilakukan olel Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla atau JK di Jakarta pada 1 Februari lalu. Kemudian rapat tindak lanjut yang dikoordinir oleh Luhut Binsar Panjaitan bersama tim, menyepakati Toraja dimasukan dalam KSPN.

Safri Burhanuddin mengatakan, dengan masuknya Toraja dalam KSPN maka, terbentuklah tim percepatan pengembangan KSPN Toraja.

Sebagai langkah awal, fokus tim ini adalah mengkaji potensi aksebilitas Toraja. Terutama terkait penembangam pembangunan Bandara di Toraja.

“Karena kita anggap atraksi aminitas dan potensi wisata sudah lengkap di Toraja,” kata Safri Burhanuddin sebelum berangkat ke Toraja bersama Tim, Selasa (7/2/2017).

Safri Burhanuddin mengatakan, tim percepatan pengembanhan KSPN Toraja akan melakukan studi kajian terhadap 2 Bandara yang ada di Tana Toraja, yakni bandara Pontiku dan bandara Buntu Kuni.

“Kita lihat yang mana lebih potensi untuk dikembangkan sampai 50 tahun ke depan,” kata Safri Burhanuddin kepada wartawan.

Tim percepatan pengembanhan KSPN Toraja rencananya akan melihat fisik 2 Bandara di Toraja itu. Selanjutnya, tim akan mengkaji dam memutuskan bandara yang representatif untuk dibangun.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

korupsi, kasus korupsi, bendungan kareloe, korupsi bendungan kareloe, fadli zon, korupsi sulsel

Gerindra Pastikan Gugat RUU Pemilu ke MK

PARTAI Gerindra bakal menggugat persyaratan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold dalam Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu yang baru disahkan. Syarat …