Sebelum Menikahi Sang Kekasih yang Telah Meninggal, Edi Baru Jadi Muallaf

Ahmad Haidir memeluk kekasihnya, Erni sesaat setelah mengembuskan napas terakhir di RSUD Parepare, Kamis dinihari, 2 Februari. Foto: DOK KELUARGA FOR FAJAR

Ahmad Haidir memeluk kekasihnya, Erni sesaat setelah mengembuskan napas terakhir di RSUD Parepare, Kamis dinihari, 2 Februari. Foto: DOK KELUARGA FOR FAJAR

KISAH cinta Edi dan Erni sungguh mengharukan. Saking setianya, Edi bahkan menikahi Erni yang sudah meninggal karena meminum racun.

Belum jelas mengapa Erni nekat mengakhiri hidupnya dengan meminum racun rumput, Selasa (31/1/2017) malam lalu. Perempuan yang tinggal di Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan ini sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Andi Makkasau, Parepare.

Namun pada Kamis (2/2/2017) kira-kira pukul 01.00 Wita, Erni mengembuskan nafas terakhir ketika masih menjalani perawatan intensif di RS.

Usai jenazah Erni dikafani, Edi kemudian menyampaikan permintaannya kepada keluarga kekasihnya. Dia memohon untuk dinikahkan. Pihak keluarga tak bisa menghalangi keinginan Edi. Mereka khawatir pria yang bekerja sebagai karyawan koperasi itu akan kecewa.

Edi dikenal keluarga Erni sebagai pria setia dan sangat baik hati. Nenek Erni, Husban menceritakan, cucunya dan Edi sudah dua tahun belakangan ini berpacaran.

Beberapa bulan sebelumnya, Edi memutuskan menjadi seorang mualaf. Menurut Husban, kekasih cucunya itu sebenarnya sudah lama ingin memeluk agama Islam. Hanya saja, kepala Kantor Urusan Agama (KUA) setempat beralasan masih sibuk. Sehingga prosesi pengucapan syahadat tertunda.

Namun akhirnya Edi resmi memeluk Islam dan kemudian berganti nama menjadi Ahmad Khaidir. Selama ini, Edi alias Ahmad Haidir biasa pindah-pindah tempat tugas.

Statusnya sebagai unsur pimpinan di sebuah koperasi membuat dia harus berpindah ketika ada pembukaan kantor cabang baru. Terakhir, dia bertugas di Kabupaten Enrekang.

Edi bercerita tentang kisah hidup yang dialaminya. ”Saya sangat sayang sama dia (Erni). Saya kaget mendengar kabar kalau dia minum racun,” ujarnya.

Mereka berdua telah bersepakat untuk menikah. Proses lamarannya pun sudah digelar. Bahkan mahar senilai Rp 40 juta sudah dia siapkan. ”Saya juga tidak tahu kenapa dia melakukan itu (minum racun rumput),” ujarnya.

(udi/rus/jpnn/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Walikota Palopo Judas Amir saat menerima predikat WTP dari BPK

Kota Palopo Pertahankan Predikat WTP

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Palopo kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Wali …
Kantor BNI Poso yang ambruk akibat gempa berkekuatan 6,6 SR mengguncang Kabupaten Poso, Sulteng. IST

Kantor BNI Poso Ambruk Diguncang Gempa

POJOKSULSEL.com, POSO – Gempa bumi berkekuatan 6,6 RS yang mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (29/5/2017) malam, menyebabkan Kantor …
berita bola, berita makassar, berita sulawesi selatan, berita terbaru, berita terbaru makassar, berita terkini, berita terkini makassar, bola terkini, kartu merah wasit, makassar, pojok sulsel, pojoksulsel.com, sulawesi selatan, sulsel, wasit argentina ditembak mati, wasit ditembak mati

Seperti Ini Kualitas Wasit Indonesia

POJOKSULSEL.com – George Cumming, konsultan wasit asal Skotlandia, yang didatangkan PSSI menyebutkan, seorang wasit yang bisa memimpin laga dengan baik, …