Temui Keluarga Korban, Kapolres Selayar Janji Terus Berkoordinasi dengan Konjen RI

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Eddy Suryantha Tarigan bersama jajarannya menemui keluarga korban penyanderaan tentara militan Abu Sayyaf di Lorong 3, Jalan Aroepala Kecamatan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar,  Senin (23/1/2017). | IST

Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Eddy Suryantha Tarigan bersama jajarannya menemui keluarga korban penyanderaan tentara militan Abu Sayyaf di Lorong 3, Jalan Aroepala Kecamatan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, Senin (23/1/2017). | IST

POJOKSULSEL.com, SELAYAR – Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Eddy Suryantha Tarigan menemui keluarga korban penyanderaan tentara militan Abu Sayyaf di Lorong 3, Jalan Aroepala Kecamatan Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar, Senin (23/1/2017).

Kapolres Eddy Suryantha Tarigan dalam kunjungannya didampingi Wakapolres, Kabag Ops, Kabag Sumda, Kapolsek Pasimarannu dan Kapolsek Benteng.

Sementara keluarga korban yakni, Jayanti dijemput oleh Kapolsek Pasimarannu AKP Kaharuddin dari rumahnya di Dusun One Malangke, Desa Bonea, Kecamatan Pasimarannu. Dan Salim dijemput di Desa Tana Malala Kecamatan Pasimasunggu.

Upaya membawa keluarga korban ke Kecamatan Benteng dilakukan atas kerjasama Pemerintah Daerah Kepulauan Selayar, agar memudahkan pihak keluarga mendapatkan informasi perkembangan keberadaan korban sandera tentara militan Abu Sayyaf.

Dua warga Pulau Bembe Kabupaten Kepulauan Selayar dilaporkan menjadi korban penyanderaan tentara militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan, sejak 18 Januari lalu. Identitas keduanya adalah Hamdan dan Sudarling.

Pada kunjungan Kapolres Eddy Suryantha Tarigan, keluarga korban berharap agar ada kepastian upaya pembebasan Hamdan dan Sudarling.

Eddy Suryantha Tarigan mengatakan akan terus berkomunikasi dengan Konjen RI, dan akses informasi lainnya untuk mengetahui upaya penyelamatan 2 warga Selayar, yang menjadi sandera tentara militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan.

Informasi terakhir yang diterima Addy S Tarigan adalah Pemerintah RI telah menugaskan Satgas Perlindungan WNI Konjen RI Kota Kinabau, Konjen RI Davao City Filipina, dan Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI.

“Kta tentunya berharap dalam waktu dekat sudah ada kabar,” kata Eddy sapaan Kapolres.

Eddy menjelaskan, sebanyak 7 warga negara Indonesia yang disandera tentara militan Abu Sayyaf di Pulau Zulu, Filipina Selatan. Termasuk 3 sandera asal Sulsel, yakni 2 warga Selayar dan Bontobahari Bulukumba. Bahkan 1 WNI yang diculik pada Desember 2016, sudah dinyatakan hilang.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds