Hati-hati, Pegawai KPK Gadungan “Bergentayangan”

Komisi Pemberantasan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan Polres Kota Bogor dalam penangkapan  seorang pria bernama Jamaludin Candra (44), Selasa (10/1/2017). Yang bersangkutan  ditangkap aparat lantaran mengaku sebagai anggota KPK dan memeras sejumlah orang. Dalam menjalankan aksinya, Jamaludin membawa senjata airsoft gun dan melengkapi diri dengan seragam, pin, kartu tanda pengenal, dan kartu nama KPK.

“Tim internal sudah kordinasi dengan Polresta Bogor. Koordinasi bagus dan ada respon cepat dan ada tindak lanjut,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah di kantornya, Rabu (11/1/2017).

 

Febri menyatakan, Jamaludin bukan orang pertama yang mengaku-ngaku sebagai pegawai KPK dengan modus memeras pegawai negeri sipil (PNS) dan penyelenggara negara. Menurut Febri, KPK sebelumnya mendapat informasi mengenai pegawai KPK gadungan yang beraksi di sejumlah daerah.

Bahkan, Bupati Subang Ojang Sohandi turut menjadi korban sebelum ditangkap KPK pada April 2016 lalu. “(Jamaludin) Ini memang orang kesekian yang kita dapatkan informasinya memalsukan identitas atau keberadaan seolah-olah penyidik KPK atau pegawai kpk. Di beberapa daerah juga sudah dilakukan penangkapan,” kata dia.

Febri mengaku para pegawai KPK gadungan palsu itu telah merugikan KPK secara kelembagaan. Untuk itu, Febri meminta masyarakat, pegawai negeri, atau penyelenggara negara untuk melapor ke KPK atau aparat penegak hukum lain jika dimintai uang oleh pihak-pihak yang mengaku sebagai pegawai KPK.

“Tentu saja secara kelembagaan ini akan berdampak negatif pada KPK karena seolah ada pihak tertentu yang manfaatkan kerja KPK untuk keuntungan diri sendiri. Karena itulah kordinasi dengan penegak hukum kita lakukan,” ujarnya.

Febri berharap  pihak-pihak yang selama ini didekati oknum KPK palsu ini segera  melapor ke penegak hukum setempat atau ke pengaduan masyarakat KPK.  “Masyarakat juga perlu hati-hari bila ada lembaga yang gunakan singkatan KPK meskipun kepanjangannya beda. Ini penting agar menghindari kerugian masyarakat,” ujarnya.

Dia  menegaskan, dalam menjalankan tugasnya, tim penyidik KPK dilengkapi dengan surat tugas. Selain itu, tim penyidik juga dipastikan tidak meminta uang karena lembaga antikorupsi sudah menyediakan anggaran untuk penugasan setiap pegawai.

“Bahkan kegiatan misalnya jadi narasumber pun atau kegiatan pencegahan lain kita tidak terima honorarium dari kegiatan tersebut karena kita dilarang,” pungkasnya.

Diketahui, Polresta Bogor menangkap Jamaludin Candra di rumahnya di Kampung Pabuaran, Cilelendek Timur, Bogor Barat, Selasa (10/1/2017) malam. Jamaludin telah menipu dan memeras sejumlah pemilik usaha dan pejabat di Kota dan Kabupaten Bogor.

(Put/jpg/pojoksulsel)



loading...

Feeds

kesehatan, bahaya obesitas, bahaya kegemukan, penyakit obesitas, obesitas, penyebab obesitas, penyebab kegemukan

Ini 4 Tanda Tubuh Anda Kurang Serat

POJOKSULSEL.com – Memenuhi kebutuhan serat sehari-hari merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan agar tubuh tetap prima. Sebab, kurang serat merupakan …