GILA! Harga Cabai Tertinggi Sejak 43 Tahun Terakhir. di Makassar Hanya Rp 35 Ribu?

Wakil Walikota Makassar Deng Ical saat sidak di Pasar Pabaeng-baeng Makassar, Rabu (11/1/2017).

Wakil Walikota Makassar Deng Ical saat sidak di Pasar Pabaeng-baeng Makassar, Rabu (11/1/2017).

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Harga cabai rawit yang saat ini bertengger di angka Rp 140 ribu, disebut tertinggi dalam kurun waktu 43 tahun terakhir.

Selama ini, harga cabai rawit tertinggi di angka Rp 100 ribu dan tidak melebihi harga daging sapi.

 

“Selama 43 tahun saya berdagang, baru tahun ini harga cabai rawit sampai melampaui daging sapi,” kata Waketum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran di Jakarta, Rabu (11/1/2017).

‎Dia menyebutkan, lima tahun lalu harga cabai juga meroket. Sumber masalahnya tetap sama, yaitu cuaca.

Padahal dengan teknologi, cabai rawit yang hari ini dipanen bisa langsung diawetkan sehingga stok tetap terjaga saat cuaca buruk.

“Kalau saya melihat, ini bukan semata karena pengaruh cuaca. Masalah cuaca sudah dibahas lima tahun lalu, dan solusinya pengawetan itu. Yang jadi kendala sekarang rantai distribusinya tidak jalan,” ujar Ngadiran.

Pemerintah, lanjutnya, harus mengawasi rantai distribusinya. Bila tidak masalah ini akan terus berlanjut setiap tahun.

“Kuncinya di rantai redistribusi. Kalau lancar, meski cuaca buruk tidak akan membuat cabai melebihi harga daging,” tandasnya.

Sementara, di Kota Makassar, harga cabai berada pada kisaran Rp 80 ribu – Rp 100 ribu per kilogram. Harga itu masih merata di beberapa pasar tradisional yang ada di Makassar.

Hari ini, Wakil Walikota Makassar Syamsu Rizal MI, yang akrab disapa Deng Ical, inspeksi mendadak ke Pasar Pabaeng-baeng. Deng Ical mengatakan harga masih normal. Bahkan, yang terjadi adalah kondisi psikologis pedagang.

Khusus cabai, Deng Ical mengatakan, harga cabai dari petani masih di kisaran Rp 35 ribu – Rp 45 ribu. Tapi, karena kondisi psikologis, pedagang menaikkan harga.

Dalam sidak tersebut, Deng Ical bersama kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Ramli Simanjuntak dan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Sulawesi Selatan Wiwiek Sisto Widayat.

Kunjungan Deng Ical ke Pasar Pabaeng-Baeng diketahui untuk mengecek langsung sejumlah harga bahan pokok.

“Kami sudah berkeliling pasar mengecek beberapa bahan pokok seperti, beras, bawang merah dan cabai rawit. Dan alhamdulillah sampai sejauh ini semua bahan pokok masih normal, dan kita akan tetap mengontrol terus,” ujar Deng Ical.

Deng Ical mengatakan, kenaikan harga yang terjadi saat ini karena faktor psikologi pedagang. Kekurangan suplai dari daerah Jawa. “Jadi ini faktor psikologi karena harga di petani itu antara 35-45 ribu (per kilogram) yang sudah terpetik,” kata Deng Ical saat ditanyakan mengenai harga cabai di Makassar.

Deg Ical mengatakan, alasan kenaikan sifatnya alamiah dan faktor psikologi pedagang. Hanya saja, pernyataan Deng Ical soal harga cabai dari petani yang main pada kisaran Rp 35-45 ribu yang masih normal, sudah sangat melonjak saat tiba di pedagang.

(esy/jpnn/chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

IYL-Cakka

IYL: Mari Ciptakan Politik Santun

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rapat Koordinasi (Rakor) jaringan pemuda dan mahasiswa untuk Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), sukses digelar di Hotel …
Indra Sjafri

PSSI: Terima Kasih Indra Sjafri

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Indra Sjafri sudah resmi tidak menangani lagi Timnas Indonesia U-19. Kepastian itu diungkapkan PSSI pada jumpa pers …
Setya Novanto

Ini Kata Setnov Soal Tahanan KPK

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto sudah dua hari menginap di rumah tahanan lembaga antirasuah …
Andi Sudirman Sulaiman

Sudirman Sulaiman Sasar 70 Desa di Wajo

POJOKSULSEL.com, WAJO – Menyusuri desa-desa, menyapa dan mendengarkan harapan serta keluhan masyarakat menjadi bagian yang menarik dari aktifitas bakal calon …