BBM Naik dan Subsidi Listrik Dicabut, LMND Makassar-Pedagang di Losari Gelar Aksi Besok

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rentetan aksi protes yang sebelumnya telah dilakukan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Cabang Kota Makassar sejak Senin (9/1/2017) untuk menolak kebijakan PP Nomor 60 Tahun 2016 dan Protes terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta pencabutan subsidi listrik 900 VA, belum juga menuai tanggapan dari para mengambil kebijakan.

Bahkan pihak LMND Makassar juga telah menggalang dukungan dengan membuka posko tanda tangan penolakan terhadap kebijakan tersebut.

Menanggapi sejumlah hal tersebut, malam ini pihak LMND Makassar tengah melakukan konsolidasi bersama para pedagang pisang epe dan pedagang asongan pantai losari dan pelabuhan untuk menolak kebijakan pemerintahan Jokowi-JK.

“Malam ini kami konsolidasi bersama para pedagang pisang epe dan asongan pantai losari dan pelabuhan. Kebijakan yang diambil Jokowi-JK tidak memperhatikan nasib para pedagang. Bagaimanapun, pedagang merupakan representasi rakyat Indonesia yang akan menerima langsung dampak dari kebijakan tersebut,” ujar Abdul Gafur, Ketua Eksekutif LMND Kota Makassar, Rabu (11/1/2017).

Menurut Abdul Gafur, logika tambal sulam APBN dengan “memalak” rakyat dengan pajak adalah sebuah kesalahan berpikir dan sangat primitif, “Sederhana saja, kalau pemerintah ingin agar tidak akan terjadi defisit APBN, cukup dengan memaksimalkan tata kelola SDA dengan perangkat BUMN,” tegasnya.

Salah satu jalan untuk melakukan hal tersebut, lanjut Abdul Gafur adalah dengan memaksimalkan serta menjalankan pasal 33 UUD 1945. “Untuk itu kami dari LMND Makassar bersama dengan ratusan pedagang akan menggelar unjuk rasa di flyover dan DPRD Sulsel, besok pukul 12.00 Wita,” jelas Gafur.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds