TERNYATA! Bupati Katingan ‘Hajar’ Farida Yeni Saat Datang Bulan

Farida Yeni dan Ahmad Yatenglie

Farida Yeni dan Ahmad Yatenglie

POJOKSULSEL.com – Sejumlah fakta tentang perselingkuhan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie dengan istri polisi, Farida Yeni, membuat sejumlah pihak tercengang.

Saat ini, keduanya sudah ditetapkan menjadi tersangka. Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Kalteng menjerat pasangan tersebut dengan pasal 284 KUHP tentang perzinaan.

 

Ancaman hukumannya mencapai sembilan bulan penjara. Untuk sementara, keduanya tidak ditahan, tapi hanya wajib lapor.

Beberapa fakta terkuak setelah keduanya menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Pada malam sebelum peng­gerebekan, kedua insan mengaku telah melakukan hubungan badan sekali. Yang membuat tercengang, hubungan badan itu dilakukan saat Farida dalam kondisi menstruasi (datang bulan).

“Ya, benar, dia (Farida, Red) haid. Kalau malam itu, sekali (berhubungan badan, Red). Sebelum-sebelumnya juga pernah,” ujar Direskrimum Polda Kaltem Kombes Pol Gusde Wardana kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group) melalui telepon kemarin sore.

Selain pengakuan dari Farida terkait kondisi menstruasi, telah diamankan barang bukti berupa bercak darah di celana dalam. Untuk bercak cairan sperma atau lainnya di celana dalam, masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik akan mencari tahu lebih detail soal bercak sperma di ranjang yang belum tersentuh.

Sebelumnya, perselingkuhan itu dikabarkan tepergok langsung oleh suami Farida, Aipda SH, bersama anak bungsunya, 8. Kala itu SH yang pulang dinas tidak mendapati istrinya di rumah. Dia kemudian menemukan Yantenglie dan Farida tidur tanpa busana di sebuah kamar rumah di Jalan Nangka.

Kabar yang juga berembus kala itu, SH marah dan langsung memukul Yantenglie. Namun, polisi belum mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut. “Soal fakta lain yang juga pemukulan, belum ada keterangan dari yang bersangkutan,” ujar Gusde.

Fakta lain yang juga terungkap, malam itu Yantenglie dijemput Farida dengan mobil di pinggir jalan. Keduanya lantas menuju rumah di Jalan Nangka.

Di sisi lain, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menegaskan, dirinya segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah pusat, yakni menteri dalam negeri (Mendagri). Diharapkan, kasus itu segera ditindaklanjuti. Sugianto juga mengimbau seluruh pejabat di Kalteng maupun ratusan pejabat yang baru dilantik agar menjaga moral dan perilaku sebagai pejabat publik. “Jaga moral sebagai pejabat publik. Sebab, apabila terjadi hal-hal yang tidak baik, itu dapat merusak kepercayaan masyarakat,” sindirnya.

(ram/alh/JPG/c5/fat)



loading...

Feeds

IYL-Cakka

IYL: Mari Ciptakan Politik Santun

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rapat Koordinasi (Rakor) jaringan pemuda dan mahasiswa untuk Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), sukses digelar di Hotel …
Indra Sjafri

PSSI: Terima Kasih Indra Sjafri

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Indra Sjafri sudah resmi tidak menangani lagi Timnas Indonesia U-19. Kepastian itu diungkapkan PSSI pada jumpa pers …
Setya Novanto

Ini Kata Setnov Soal Tahanan KPK

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto sudah dua hari menginap di rumah tahanan lembaga antirasuah …
Andi Sudirman Sulaiman

Sudirman Sulaiman Sasar 70 Desa di Wajo

POJOKSULSEL.com, WAJO – Menyusuri desa-desa, menyapa dan mendengarkan harapan serta keluhan masyarakat menjadi bagian yang menarik dari aktifitas bakal calon …