Banjir Maccini Sombala Gara-gara GMTD Membangun tanpa Izin, Pemkot Mengaku Kecolongan

Kepala Dinas DTRB Makassar, Ahmad Kafrawi dan Camat Tamalate, Hasan Sulaiman saat ditemui dilokasi pembangunan perumahan dilahan milik PT GMTD Tbk yang diduga menyebabkan banjir di daerah tersebut, Senin (9/1/2017). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

Kepala Dinas DTRB Makassar, Ahmad Kafrawi dan Camat Tamalate, Hasan Sulaiman saat ditemui dilokasi pembangunan perumahan dilahan milik PT GMTD Tbk yang diduga menyebabkan banjir di daerah tersebut, Senin (9/1/2017). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Banjir yang terjadi di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Jalan Manunggal 2, RT 11, RW 6, merupakan banjir terparah yang pernah dialami warga setempat.

Dari sejumlah informasi yang dihimpun pojoksulsel.com, penyebab banjir diduga terjadi lantaran proses pembangunan perumahan di atas lahan milik PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk, menutup akses aliran air di sekitar daerah tersebut.

 

“Jadi memang ada kali kecil yang ditimbun pihak mengembang perumahan,” ujar Walikota Makassar, Danny Pomanto saat ditemui di lokasi pembangunan perumahan Resident Komunika Mandiri (RKM), Senin (9/1/2017).

Sementara itu Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Kota Makassar, Ahmad Kafrawi mengaku kecolongan atas kejadian banjir yang diduga terjadi karenan aktivitas pembangunan perumahan yang melakukan penimbunan di daerah aliran air (DAS).

“Itu dia, kami agak kecolongan sebenarnya, kita jagai bagian depan, ternyata mereka membangun diam-diam,” ujar Kafrawi ditempat yang sama.

Meski begitu, pihaknya mengaku telah beberapa kali memberikan peringatan kepada pihak pengembang perumahan RKM dan GMTD untuk tidak melakukan aktivitas apapun diatas lahan tersebut karena belum memiliki izin dari pemerintah kota.

“Sudah beberapa kali kita tegur, kasi peringatan, mereka berhenti. Tapi yah, anggota kita kan tidak banyak. Ternyata, diam-diam mereka lanjut ki lagi. Tapi, kita sudah panggil mereka (GMTD), besok akan bertemu Pak Wali,” jelasnya.

Ahmad Kafrawi juga mengatakan, pemerintah kota dalam hal ini DTRB Makassar tidak akan mengeluarkan izin apapun kepada pihak perumahan tersebut, jika segala persyaratan yang memenuhi standar tidak mereka penuhi.

“Sudah kita segel hari ini juga, tidak ada lagi aktivitas diatas lahan. Yang jelas tidak akan terbit izinnya, kalau sampai mereka tidak melanjutkan proses penerbitan izin, apa boleh buat, kita bongkar bangunannya,” tegasnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

IYL-Cakka

IYL: Mari Ciptakan Politik Santun

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rapat Koordinasi (Rakor) jaringan pemuda dan mahasiswa untuk Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), sukses digelar di Hotel …
Indra Sjafri

PSSI: Terima Kasih Indra Sjafri

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Indra Sjafri sudah resmi tidak menangani lagi Timnas Indonesia U-19. Kepastian itu diungkapkan PSSI pada jumpa pers …
Setya Novanto

Ini Kata Setnov Soal Tahanan KPK

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto sudah dua hari menginap di rumah tahanan lembaga antirasuah …
Andi Sudirman Sulaiman

Sudirman Sulaiman Sasar 70 Desa di Wajo

POJOKSULSEL.com, WAJO – Menyusuri desa-desa, menyapa dan mendengarkan harapan serta keluhan masyarakat menjadi bagian yang menarik dari aktifitas bakal calon …