‘Jalan Terjal’ Komisioner KPID Sulsel yang Baru

Muh Iswar Ramadhan

Muh Iswar Ramadhan

PROSES  panjang seleksi calon komisioner KPID Sulsel telah usai. Jumat, 6 Januari 2017, Komisi A DPRD Sulsel telah memilih 7 komisioner KPID Sulsel yang akan mengawal penyiaran di tingkat lokal Sulsel selama 3 tahun mendatang.

Mereka yang terpilih adalah Riswansyah Muchsin, Herwanita, Muhammad Hasrul Hasan, Waspada Santing, Andi Muhammad Irawan, dan Arie Andyka, Mattewakkan.

Masyarakat sulsel tentunya banyak berharap kepada tujuh orang komisioner tersebut, terkait bagaimana dunia penyiaran di tingkat lokal Sulsel selama 3 tahun kedepan. Terlebih komposisi komisioner yang terpilih, hanya 1 orang petahana, tentunya ini juga bisa menjadi pertanyaan publik apakah keenam orang ini mampu mengemban amanat yang diberikan oleh rakyat.

Walaupun pada nantinya akan ada cerita miring mengenai komposisi komisioner KPID Sulsel yang terpilih, namun masyarakat masih berharap adanya perubahan penyiaran Indonesia di pundak wajah baru komisioner KPID Sulsel. Sehingga komisioner yang baru ini harus menjawab dengan “kerja nyata” dan mengembalikan peran dan fungsi KPID sesuai amanat UU No.32 Tahun 2004.

KPID Sulsel Periode 2013-2016 telah selesai menjalankan tugasnya, walaupun masih banyak hal-hal yang perlu dibenahi segera dan tentunya akan menjadi Pekerjaan Rumah (PR), yang harus segera diselesaikan oleh Komisioner KPID Sulsel terpilih.

Pembenahan internal KPID Sulsel menjadi penting dalam upaya peningkatan kinerja yang dilakukan. Ada beberapa catatan penulis untuk segera dilaksanakan oleh komisioner KPID Sulsel. Di antaranya soal transparansi KPID Sulsel, di mana selama periode kemarin, kurangnya transparansi KPID Sulsel mengenai persoalan berapa jumlah aduan yang masuk. Selanjutnya sanksi yang dikeluarkan oleh KPID Sulsel.

Poin lainnya adalah pemaparan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh KPID Sulsel. Data ini penting untuk digunakan oleh beberapa elemen masyarakat, khususnya yang tertarik pada isu penyiaran sebagai bahan advokasi dan penelitian lanjutan. Ini juga menjadi indikator dan ukuran penilaian bagi publik apakah mereka yang telah diberikan amanat telah bekerja maksimal.

Persoalan keterlibatan publik Komisioner yang terpilih merupakan wakil publik untuk mengurusi bidang penyiaran. Walaupun terwakilkan, setidaknya publik memiliki hak untuk memberikan masukan, aduan, dan kritik melalui kanal aduan publik. KPID Ssel sebagai wakil publik haruslah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Salah satu alasan ketidakhadiran KPID pada periode kemarin, adalah tidak berjalan efektifnya kanal aduan publik yang bisa digunakan oleh kelompok masyarakat, dalam memberikan aduan terkait tayangan TV yang dianggap bermasalah. Olehnya itu, komisioner KPID yang baru harus kembali memanfaatkan kanal ini, sebagai bentuk upaya dalam mengembalikan filosofi KPID sebagai wakil publik.

Aspek lain yang perlu menjadi sorotan adalah peran DPRD. Salah satu faktor yang menjadi tidak terlalu efektifnya kinerja KPID Sulsel, karena kurangnya evaluasi kinerja yang seharusnya dilakukan oleh DPRD Sulsel. Sehingga kedepannya, diharapkan kehadiran peran DPRD Sulsel sebagaimana tugas idealnya untuk melakukan pengawasan, dan mengevaluasi sehingga menghasilkan lembaga yang solid dan berintegritas.

Itulah beberapa Pekerjaan Rumah (PR) internal kelembagaan, yang kiranya harus segera diselesaikan oleh komisioner KPID Sulsel. Dalam mencapai tujuan organisasi haruslah ditopang dengan kondisi internal yang solid, dan anggota yang memiliki integritas dalam bekerja. Begitupun dengan Komisioner KPID Sulsel. Untuk mewujudkan penyiaran yang sehat, terlebih dahulu harus membuat KPID ini menjadi lembaga yang solid dan berintegritas.

KPID sebagai lembaga yang lahir dari rahim reformasi, selama terbentuk belum bisa menunjukkan kinerja yang begitu maksimal. Namun dengan terpilihnya komisioner yang baru ini, tentunya akan ada rasa optimis dan harapan terhadap bagaimana dunia penyiaran di tingkat lokal Sulsel kedepannya.

Kami masyarakat sangat berharap “kerja nyata” dari komisioner yang terpilih untuk mewujudkan KPID sebagai lembaga yang solid dan berintegritas dalam upaya perbaikan di dunia penyiaran. Kerja-kerja KPID kedepan haruslah didukung dan diawasi oleh masyarakat dalam mewujudkan penyiaran yang sehat di Sulawesi Selatan.

Tak lupa saya mengucapkan selamat kepada seluruh komisioner KPID yang terpilih, “beban kalian tidak ringan loh”.

Penulis: Muh Iswar Ramadhan
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia
Aktif di Remotivi/Rapotivi



loading...

Feeds