Herwanita, Srikandi KPID Sulsel Periode 2017 – 2020

Suasana perhitungan suara calon anggota KPID Sulsel di DPRD Sulsel, Jumat (6/1/2017).

Suasana perhitungan suara calon anggota KPID Sulsel di DPRD Sulsel, Jumat (6/1/2017).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel baru saja memilih 7 komisioner KPID Sulsel Periode 2017-2020, Jumat (6/1/2017).

Selain didominasi wajah baru, komisioner KPID Sulsel yang baru juga hanya diwakili 1 perempuan, yakni Herwanita.

Berikut profil lengkap Herwanita:

Herwanita lahir di Bone pada 26 Agustus 1982. Herwanita tinggal di BTN Minasa Upa Blok M 14 No.11 Makassar.

Herwanita merupakan lulusan Strata 1 (S1) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar pada tahun 2008. Kemudian lanjut di jurusan Ilmu Komunikasi Pascasrjana Universitas Hasanuddin (Unhas) dan lulus pada tahun 2013.

Perempuan ibu sati anak ini bekerja sebagai peneliti di Pusat Kajian Representasi Sosial Indonesia (PKRS) dan Aktivis Perempuan. Ewa sapaan akrab Herwanita menjabat sebagai pengurus PP Fatayat NU bidang Advokasi Hukum dan Politik periode 2015-2020.

Herwanita juga pernah menjabat sebagai Sekjend KOPRI PB PMII 2011-2013. Juga pernah terlibat sebagai anggota Koalisi Perempuan Indonesia DKI Jakarta. Pengalaman lainnya adalah mantan Pengurus IMIKI Korwil V, KEPMI Bone Kom. LA TENRIRUA dan Pers Kampus UKM LIMA Washilah UIN Alauddin Makassar.

Sementara itu, Herwanita memiliki beberapa pengalaman kerja. Di antaranya Anggota Tim satgas PNPT di Badan Nasional Penanggulangan terorisme(BNPT) tahun 2014. Dan menjadi Analis media pada program nasional pemantauan kampanye pemilihan presiden tahun 2014 oleh Pathnership for governance reform/KEMITRAAN.

Herwanita juga pernah menjadi Asisten peneliti di The United Nations Development Programme (UNDP) kerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak tahun 2013. Kemudian Tim peneliti di Pusat Kajian Representasi Sosial Indonesia-sekarang.

Pengalaman kerja lainnya adalah Program Officer (PO) pada program pemberdayaan perempuan DKI di Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) DKI. Kemudian mantan Wartawan Fajar Pendidikan Makassar.

Dia juga pernah terlihat sebagai Tenaga Ahli di BAWASLU DKI Jakarta tahun 2012.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds