Masih Tinggal Serumah, Mantan Suami Tak Rela Asmawati Punya Pacar Baru. Begini Jadinya…

Asmawati dianiaya mantan suaminya. Foto via prokal

Asmawati dianiaya mantan suaminya. Foto via prokal

POJOKSULSEL.com, BALIKPAPAN – Asmawati (31), warga Strat 6, RT 45, Nomor 37, Kelurahan Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, masih trauma atas penganiayaan yang dilakukan mantan suaminya. Keduanya sudah resmi bercerai secara agama maupun negara sejak Mei 2015. Namun, lelaki bernama Moehammad Syachrial (36) ini masih saja mencari-cari kesalahan dan berbuat kasar kepada mantan istrinya.

Bahkan, tak merasa malu, Saychrial masih tinggal di rumahnya walau berbeda lantai. Syachrial masih menuntut rumah tersebut untuk dia miliki, padahal itu adalah rumah orangtua Asmawati.

 

Syachrial kepada para tetangga juga enggan mengakui perceraian mereka. Meski begitu, Asmawati memiliki bukti akta cerai yang secara sah menyatakan mereka berdua bukan lagi pasangan suami istri.

Namun Syachrial masih tetap bertingkah. Sudah lebih dari setahun mereka bercerai, Syachrial terkesan tidak rela Asmawati memulai hidup yang baru.

Puncaknya pada Kamis (29/12/2016). Perempuan berkulit kuning langsat itu dianiaya di muka umum. Tidak rela Asmawati memiliki kekasih, pelaku menghajar dan menginjak korban dengan membabi buta. Padahal, pelaku sendiri diketahui kerap membawa perempuan ke rumah yang berlokasi di Strat 6, RT 45, Nomor 37, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara itu.

Kejadian tersebut bermula saat pelaku mencegat korban sekitar pukul 19.30 Wita di Gunung Malang. Cemburu melihat mantan istri yang menurutnya pernah berboncengan dengan kekasih baru, pelaku sempat ribut dengan korban.

Tak lama, Syachrial mendadak melayangkan bogem mentah ke wajah korban hingga tiga kali. Sayangnya, tak seorang pun yang melihat kejadian tersebut, apalagi menolong korban yang kesakitan. Dengan suara keras, sambil memukul Asmawati, Syachrial terus melantangkan kalimat jika dia masih terikat hubungan suami istri.

Inez, kerabat korban baru mengetahui kejadian tersebut sehari berikutnya. “Padahal mereka sudah resmi cerai secara agama ataupun hukum, tapi pelaku ini malah teriak-teriak ke warga kalau korban masih istrinya. Habis-habisan korban sampai tersungkur, enggak ada yang menolong,” ungkap Inez kepada Balikpapan Pos (Grup Jawa Pos-pojoksulsel.com), kemarin (4/1).

Akibatnya, korban mengalami lebam di wajah, mata, dan bibir. Belum puas menyakiti Asmawati, pelaku lalu menginjak berkali-kali perut korban saat berusaha bangkit.

Korban semakin lemah, selanjutnya pelaku merebut ponsel yang di dalamnya terdapat bukti pengancaman. Lalu ponsel tersebut dilempar ke sebuah parit yang berada di sekitar lokasi.



loading...

Feeds

Golkar Resmi Usung Ibu Menteri

POJOJSULSEL.com – Partai Golkar resmi mengusung Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dan ‎Bupati Trenggalek Emil Dardak, dalam Pilgub Jawa …
golkar maros, golkar sulsel, musda golkar maros, calon ketua golkar maros, ketua golkar maros, kandidat ketua golkar maros

Kader Muda: Golkar Kalah dari Setnov

POJOKSULSEL.com – Inisiator Generasi Muda Partai Golkar Mirwan Bz Vauly mengatakan, hasil pleno DPP PG menunjukkan bahwa partai berlambang pohon beringin itu …