Ishaq Rahman: Tak Ada Agenda Terselubung, China Ingin Indonesia Sejahtera

Ishaq Rahman | DOK. POJOKSULSEL

Ishaq Rahman | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Serbuan China ke Indonesia kini menjadi momok oleh beberapa kalangan. Baik penanaman investasi maupun warga negara China yang masuk Indonesia seolah menjadi ancaman ketakutan adanya agenda tersembunyi dari China untuk menguasai dan “menjajah” Indonesia.

Isu China akan menguasai Indonesia dengan cara penanaman investasi, yakni memasukkan perusahaan dan menguasai proyek serta memasukkan tenaga kerjanya ke Indonesia dinilai sebagai langkah penyusunan strategi “penjajahan” China terhadap Indoesia dengan cara berbeda.

 

Pandangan itu dengan tegas dibantah pakar hubugan internasional dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Ishaq Rahman. Alumni Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Unhas ini mengatakan, tak ada agenda terselubung terkait penguasaan China terhadap Indonesia.

Ishaq Rahman, yang menyelesaikan program doktoralnya di Jepang ini, mengatakan, kepentingan China terhadap Indonesia lebih pada faktor ekonomi. “China ingin Indonesia sejahtera,” kata Ishaq Rahman yang kini menjadi staf Sekretariat Rektor Unhas Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, Rabu (4/1/2017).

Berbincang dengan pojoksulsel.com di Koffiehuis Makassar, Komp. Sentra Bazaar (Pasar Segar), Jalan Pengayoman, Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Ishaq Rahman mengatakan, pada alasan mendasar China sangat ingin dan butuh kepada Indonesia. Apalagi jika Indonesia sejahtera.

Alasan Ishaq Rahman, China adalah negara produsen yang memproduksi segala macam barang. Tentunya, kata mantan aktivis Unhas ini, China butuh pasar untuk menjual barang-barang produksi mereka.

“Lebih alasan ekonomi. Jika rakyat Indonesia sejahtera, daya belinya meningkat dan akan semakin menguntungkan China yang akan memasok barangnya sebagai penjual,” kata Ishak Rahman.

Menurut Ishaq Rahman, dirinya belum melihat adanya agenda lain selain alasan ekonomi China sebagai negara produsen dan Indonesia konsumennya.

Bagaimana dengan serbuan pekerja China yang kini sudah menutup dan mengurangi kesempatan lapangan kerja warga Indonesia. “Itu adalah soal lain,” kata Ishaq Rahman.

Ishaq Rahman mengatakan, serbuan tenaga kerja asing (TKA) China ke Indonesia masih harus dikaji.

Sebagaimana diberitakan, data TKA China yang masuk Indonesia masih simpang siur. Ada yang mengatakan hingga puluhan juta, ada pula yang mengatakan hanya puluhan ribu saja. Diberitakan, seperti di daerah Konawe, Sulawesi Tenggara yang mendadak China karena saking banyaknya TKA China di daerah tersebut.

bahkan, TKA China tidak hanya mengambil lahan pekerjaan di perusahaan-perusahaan, tapi juga sebagai buruh-buruh kasar. Otomatis, menutup peluang banyak warga negara Indonesia, baik tenaga kerja terdidik dan terampil maupun sebagai buruh kasar.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Golkar Resmi Usung Ibu Menteri

POJOJSULSEL.com – Partai Golkar resmi mengusung Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa dan ‎Bupati Trenggalek Emil Dardak, dalam Pilgub Jawa …
golkar maros, golkar sulsel, musda golkar maros, calon ketua golkar maros, ketua golkar maros, kandidat ketua golkar maros

Kader Muda: Golkar Kalah dari Setnov

POJOKSULSEL.com – Inisiator Generasi Muda Partai Golkar Mirwan Bz Vauly mengatakan, hasil pleno DPP PG menunjukkan bahwa partai berlambang pohon beringin itu …