Motif Penyebar Teror Via Email dan Facebook Hanya Iseng

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Nur Rahmat Saleh (24), tersangka penyebar pesan bernada ancaman dan radikalisme melalui pesan email dan status Facebook (FB) di Kabupaten Kepulauan Selayar mengaku hanya iseng.

“Kalau hasil interogasi terhadap tersangka bahwa motifnya menyebar pesan teror dan radikalis lewat email dan facebook di Kabupaten Kepulayan Selayar hanya sekedar iseng,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, Rabu (4/1/2017).

Namun demikian, penyidik Polda Sulsel akan terus mendalami penyidikan kasus penebar pesan teror dan radikalis lewat email dan akun Fb. Hanya saja sejauh ini, Nur Rahmat Saleh adalah pelaku tunggal dalam kasus ini.

Dicky Sondani mengatakan, berdasarkan catatan kepolisian, Nur Rahmat Saleh tidak pernah terlibat dalam kasus kejahatan. Pelaku merupakan pegawai honorer di Badan Pertanahan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Nur Rahmat Saleh berhasil dibekuk pada Selasa malam di Kantor Badan Pertanahan kabupaten Kepulauan Selayar. Penangkapan ini dilakukan oleh personel gabungan Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel dan unit khusus Polres Selayar.

Dicky Sondani mengatakan, dalam kurung waktu 5 hari, Nur Rahmat Saleh Ibrahim sudah 3 kali mengirim email ke Bagian Humas Pemkab Selayar serta 3 kali memasang status berisi pesan teror dan radikalis. Ia juga menggunakan alamat alamat email atas nama tokoh ISIS, Salim Mubarok, dan akun Fbnya pun bernama Salim Muborak. Foto Profil di akun Fb memajang foto Salim Mubarok. Sementara sampul Fbnya terpampang foto bendera ISIS.

Nur Rahmat pertama kali mengirimkan pesan ke email Bagian Humas Pemkab Selayar pada 29 Desember 2016. Pesan email bernada ancaman dan radikalis itu diterima oleh staf Bagian Humas Pemda Kepulauan Selayar, Murah Kurniadi. Secara singkat isi pesan teror itu adalah mengimbau kepada TNI Polri untuk todak menghalangi jihadnya untuk mengebom Gereja pasar Lama dan Gereja samping Lapangan Pemuda Benteng.

“Seperti hasil laporan yang kami dalat pada malam natal kemarim bahwa pihak kepolisian menghalangi jalan Jihad yang akan kami lakukan pada gereja pasar kama dan gereja samping lapangan Pemuda Benteng,” begitu sebagian isi pesan yang dikirim Nur Rahmat Saleh lewat email dan status di akun Fb Salim Mubarok.

Kemudian pada tanggal 2 Januari 2016 pukul 08.00 Wita, tim Ciber Crime Ditresktimsus Polda Sulsel kembali menemukan postingan Nur Rahmat Saleh di akun Fb Salim Muborak yang isinya, mengimbau kepada masyarakat Selayar untuk beryukur pada Allah. Sebab, pihaknya tidak jadi mengebom 2 Gereja yang sebelumnya direncanakan pada malam pergantian Tahun Baru 2017. Alasan penundaan itu karena ada laporan bahwa di rumah jabatan Bupati Selayar sedang berlangsung dzikir bersama. Padahal bomnya sudah siap.

Masih pada tanggal yang sama, Unit Ciber Crime kembali menemukan status di akun Fb tersebut pada pukul 17.30 Wita, yang isinya mengajak masyarakat Selayar untuk bergabung dalam dakwah dan jihad di jalan Allah, untuk memerangi orang-orang yang selalu mengganggu kedamaian dan menggoda pemuda yang ingin berjihad.

Di bagian pesan lain yang diposting pada Senin sore itu, yakni orang orang yang ingin bergabung untuk berjihad akan diajari bertahan hidup, memegang senjata dan bela diri. Postingan itu juga mengutip Surah At Taubah : 123 dan Surah Al Baqarah : 191.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds