Tolak Parkir Berbayar di Kampus UIN Alauddin

Aksi Teaterikal Mahasiswa UIN Alauddin Tolak Rencana Parkir Berbayar di Kampusnya

Aksi Teaterikal Mahasiswa UIN Alauddin Tolak Rencana Parkir Berbayar di Kampusnya

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Rencana parkir berbayar di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar bukan hanya mendapat penolakanan keras dari mahasiswa, namun juga dari kalangan alumni.

Alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar, Rahman Hasanuddin, dengan tegas meminta pihak kampus untuk mempertimbangkan rencana parkir berbayar yang telah memasuki tahap sosialisasi

“Sebagai alumni tentunya Kami mendukung kebijakan kampus yang berorientasi pada pengembangan kampus, namun Kami berharap Kebijakan tersebut tidak membebani mahasiswa,” ungkapnya.

Mantan Ketua Umum PMII UIN Alauddin Makassar Periode 2009-2010 ini mengapresiasi keinginan pihak kampus menata parkiran dan meningkatkan keamanan.

“Niatnya cukup bagus namun caranya yang perlu ditinjau kembali, tentunya masih ada cara yang lebih baik dan tidak memungut sepeser pun uang dari mahasiswa,” bebernya.

“Apa dana SPP Mahasiswa dan bantuan Pemerintah tidak cukup untuk melakukan perbaikan di UIN seperti penataan lahan parkir dan keamanan kampus?” ungkap Lulusan Pendidikan Bahasa Arab tahun 2012 ini.

Pengurus KNPI Sulsel ini juga melihat bahwa rencana parkir berbayar melibatkan pihak ketiga adalah usaha menggiring kampus dalam dunia bisnis alias komersialisasi kampus.

“Kebijakan Ini jelas tidak sejalan dengan visi-misi UIN sebagai Kampus Peradaban dan bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan,” akunya.

“Apapun alasannya, kebijakan ini harus dibatalkan dan meminta mahasiswa untuk tetap kritis dalam menyikapi kebijakan kampus, namun tetap mengedepankan dialog dan tidak melakukan gerakan anarkis demi menjaga nama UIN Alauddin Makassar sebagai pusat kajian Islam,” ungkap Wakil Ketua PPP Kota Makassar ini.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds