KEREN!!! Kini Ada ATM Beras untuk Kaum Dhuafa

Petugas mengambil beras dari mesin ATM Beras di Masjid Salman ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Selasa (29/11). Dengan menggunakan kartu khusus, setiap warga yang telah diseleksi dan berhak menggunakan fasilitas tersebut bisa mengambil beras dua kali dalam sepekan tergantung jatah yang telah ditentukan. | Amri Rachman Dzulfikri/Bandung Ekspres

Petugas mengambil beras dari mesin ATM Beras di Masjid Salman ITB, Jalan Ganeca, Kota Bandung, Selasa (29/11). Dengan menggunakan kartu khusus, setiap warga yang telah diseleksi dan berhak menggunakan fasilitas tersebut bisa mengambil beras dua kali dalam sepekan tergantung jatah yang telah ditentukan. | Amri Rachman Dzulfikri/Bandung Ekspres

RUMAH Amal Masjid Salman ITB Bandung membuat inovasi pelayanan bagi kaum dhuafa. Warga kurang mampu bisa mengambil beras di dalam sebuah mesin menyerupai anjungan tunai mandiri (ATM).

ATM Beras memiliki ukuran 60×60 cm, berbentuk kotak seperti lemari dan sangat mirip dengan mesin ATM biasa. Selain itu, ATM Beras ini dilengkap dengan perangkat elektronik yakni modem hybriduntuk network GSM/satelit untuk daerah terpencil, serta sistem kontrol dan pemantauan berbasis machine to machine (M2M) atau internet of things (IoT).

”Jadi ATM Beras ini adalah perangkat yang bisa mengeluarkan beras dalam jumlah tertentu secara otomatis. Cara kerjanya ialah beras keluar dengan cara menempelkan kartu Radio Frequency Identification (RFID) atau kartu elektronik lainnya di bagian tertentu berbentuk card reader pada perangkat tersebut,” kata Manajer Penelitian dan Pengembangan Rumah Amal Salman ITB Romi Hadriyansyah belum lama ini.

Romi mengatakan, ATM Beras diciptakan alumni pengurus Rumah Amal Salman ITB, Budiaji. ”ATM beras ini diberikan dari salah satu alumni, Mas Budiaji dan resmi beroperasi pada Senin, 7 November 2016 lalu,” katanya.

Romi menuturkan tujuan diciptakannya alat tersebut dalah untuk membantu kaum dhuafa (fakir miskin) yang betul-betul kelaparan karena kemiskinannya.

”Satu kali transaksi warga bisa menarik beras dari ATM Beras ini sebanyak 1,65 kg atau sekitar dua liter,” ujarnya. Romi mengatakan rencananya ke depan ATM Beras akan disebar ke beberapa masjid yang ada di Kota Bandung.

”Alhamdulillah sampai sekarang sudah banyak lembaga zakat sampai Pemkot Bandung yang berminat dengan ATM beras. Tapi untuk mengembangkannya perlu melibatkan instansi lainnya. Kami sih berharap tahun depan bisa ada 100 unit ATM Beras di Kota Bandung,” kata dia.

Pengambilan beras dilakukan secara terjadwal. Misalnya warga dengan kartu kategori A dijadwalkan pada hari Selasa dan Jumat. Kategori B hari Rabu dan Sabtu. Sementara kategori C di hari Kamis dan Minggu.

Setiap pengambilan akan keluar beras sebanyak 1,65 kilogram atau seara dua liter. ATM Beras rencananya juga ditempatkan pada beberapa masjid di Kota Bandung.

(bbs/fik/yuz/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds