Warga Lutim Tewas Tersambar Petir, Ini Pesan Bupati Husler

Bupati Lutim Thoriq Husler menjenguk warga tersambar petir yang dirawat di RSUD Lagaligo, Senin (28/11/2016) malam. | POJOKSULSEL - MAL

Bupati Lutim Thoriq Husler menjenguk warga tersambar petir yang dirawat di RSUD Lagaligo, Senin (28/11/2016) malam. | POJOKSULSEL - MAL

POJOKSULSEL.com, LUWU TIMUR – Lima warga di Kecamatan Tomoni Timur, Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas tersambar petir, Senin (28/11/2016) sore. Bupati Lutim Thoriq Husler mengingatkan agar warganya tidak memaksakan diri untuk bekerja hingga larut malam.

“Ini kejadian yang sangat memilukan. Jangan memaksakan diri untuk panen jika hujan lebat,” kata Thorig Husler.

Thorig Husler menduga, hal ini juga dipicu oleh adanya kebiasaan warga Lutim melakukan penimbangan beras pada malam hari.

“Jika penimbangan dilakukan malam, maka petami akan mengumpulkan berasnya hingga malam hari. Ini harus dihentikan, kasihan rakyat kami,” kata Thorig Husler dengan mata berkaca-kaca.

Sebagaimana diberitakan, sebanyak 11 orang warga dilaporkan disambar petir di Desa Cendana Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Senin (28/11/2016).

Dari 11 orang yang disambar petir tersebut, lima orang di antaranya tewas. Tiga korban tewas di tempat, dan dua lainnya meninggal dunia di rumah sakit.

Berikut identitas korban tewas tersambar petir di Lutim:

1. Wayan Widyana,
2. Wayan Swanto,
3. Putu Wisnawa,
4. Wayan Sugiarta
5. Made Wibawa.

(mal/pojoksulsel)



loading...

Feeds