Usai Melayat Korban Tewas Tersambar Petir Lutim, Bupati: Kasihan Rakyat Kami

Bupati Lutim Thoriq Husler menjenguk warga tersambar petir yang dirawat di RSUD Lagaligo, Senin (28/11/2016) malam. | POJOKSULSEL - MAL

Bupati Lutim Thoriq Husler menjenguk warga tersambar petir yang dirawat di RSUD Lagaligo, Senin (28/11/2016) malam. | POJOKSULSEL - MAL

POJOKSULSEL.com, TOMONI – Bupati Luwu Timur (Lutim) Thoriq Husler mengunjungi para korban luka yang tersambar petir di Rumah Sakit Lagaligo, Wotu, Lutim, Sulawesi Selatan, Selasa (29/11/2016) dini hari.

Mereka yang tersambar petir rata-rata menderita luka memar. Saat kejadian, para korban ini berada di dalam sebuah pondok yang terletak di tengah sawah.

“Saya tiba-tiba terlempar jauh. Setelah itu tidak sadarkan diri lagi,” kata Wayan kepada Bupati Thoriq Husler.

Bupati Thoriq Husler tiba di RS Lagaligo sekira pukul 00.30 wita dan langsung menjenguk satu persatu korban rawat inap. Ada enam korban yang dirawat di RS dan 5 lainnya telah tewas.

Kepada petugas medis, Husler berpesan untuk melakukan perawatan yang semaksimal mungkin dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada.

“Kasihan rakyat kami. Mereka ini telah bersusah payah mencari nafkah buat keluarganya ketika musibah datang,” kata Thoriq Husler.

Sebelumnya, Thoriq Husler melayat ke rumah duka korban tewas tersambar petir. Semua rumah korban tewas tersambar petir di Lutim, sebanyak lima orang, dikunjungi Thoriq Husler.

Sebagaimana diberitakan, sebanyak 11 orang warga tersambar petir di Desa Cendana Hitam, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Senin (28/11/2016).

Dari 11 orang yang disambar petir tersebut, lima orang di antaranya tewas. Tiga korban tewas di tempat, dan dua lainnya meninggal dunia di rumah sakit.

Berikut identitas korban tewas tersambar petir di Lutim:

1. Wayan Widyana,
2. Wayan Swanto,
3. Putu Wisnawa,
4. Wayan Sugiarta
5. Made Wibawa.

(mal/pojoksulsel)



loading...

Feeds