Ternyata, Curanmor Makassar Asriadi Jual Motor Matic Hanya Rp 2 Juta untuk Beli Sabu

Asriadi, tersangka curanmor Makassar ditembak anggota Polsek Panakkukang, Selasa (29/11/2018) dini hari. | POJOKSULSEL - ARJUN

Asriadi, tersangka curanmor Makassar ditembak anggota Polsek Panakkukang, Selasa (29/11/2018) dini hari. | POJOKSULSEL - ARJUN

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Tersangka kasus pencurian motor (curanmor) Asriadi (18), warga Jalan Pelita Raya, terpaksa ditembak polisi karena mencoba melarikan diri saat pengembangan mencari barang bukti curanmor dan rekannya yang masih buron.

Pengembangan kasus curanmor Makassar dengan tersangka Asriadi dipimpin Panit Resmob Polsek Panakkukang Iptu Arianto Rahman, Selasa (29/11/2016) dini hari tadi.

Dalam pengembangan kasus curanmor itu, polisi meringkus penadah di Jalan Sepakat, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Om Bob. Pengakuan Asriandi, motor matic hasil curiannya dijual ke Om Bob dengan harga Rp 2 juta.

Asriadi mengaku menjual murah tiap motor curiannya karena terdesak ingin membeli narkoba jenis sabu sabu. Dia juga mengaku nekat mencuri motor bersama rekannya bernama Fian, warga Jalan Kelapa 3 karena terdesak kebutuhan mengonsumsi sabu.

Usai penangkapan penadah Om Bob, polisi yang dipimpin Arianto Rahman melanjutkan pengembangan. Namun, Asriadi mencoba melarikan diri.

Meski sudah diberikan tembakan peringatan, Asriadi masih mencoba kabur dan akhirnya polisi menghadiahinya 2 butir timah panas alias ditembak di kaki kiri dan kanannya.

Diberitakan sebelumnya, Asriadi ditangkap di Jalan Meranti, Senin (28/11/2016) sekitar pukul 23.00 Wita. Dantim Resmob Polsek Panakkukang Aiptu Yansen Siregar mengatakan, tersangka sudah masuk dalam daftar polisi atas aksi curanmornya di Makassar.

Beberapa lokasi dan kasus curanmor yang dilakukan Asriadi bersama Fian, di antaranya Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Ratulangi, Jalan Abdullah Dg Sirua, dan Jalan Topaz.

(arjun/pojoksulsel)



loading...

Feeds