Siswa SMK 1 dan 3 Makassar Bentrok, Kata Dewan: Memalukan

Farouk M Betta | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

Farouk M Betta | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Bentrokan antarsiswa SMK 1 dan SMK 3 Makassar disesalkan semua pihak. Remaja yang masih berstatus pelajar perang di jalan raya dengan bersenjatakan batu dan balok mencoreng citra dunia pendidikan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Anggota Komisi D DPRD Makassar Hamzah Hamid menyesalkan tawuran atau bentrok yang melibatkan siswa SMK 1 dengan SMK 3 Makassar yang terjadi, Senin (28/11/2016). Menurutnya Hamzah, taruwan yang terjadi tersebut sangat tidak mencerminkan perilaku sebagai orang terpelajar.

“Hal itu sangat memalukan. Harusnya kejadian seperti itu tidak terjadi,” ujar Hamzah Hamid, Senin (28/11/2016).

Hamzah menegaskan bahwa perilaku kekerasan bukan ciri dari pelajar. Hal tersebut hanya akan merusak citra pendidikan di Kota Makassar, apalagi kejadian ini terjadi pada saat jam pelajaran berlangsung.

“Kekerasan bukan ciri orang terpelajar. Sekolah harusnya mampu membaca situasi dan mencegah terjadinya tawuran,” papar Hamzah yang juga ketua PAN Makassar.

Hamzah menilai, bentrok antara siswa SMK 1 dan SMK 3 Mkaassar,  terjadi karena sistem pembelajaran kedua sekolah tersebut tidak berjalan baik. “Kepala sekolah ini harus di evaluasi karena tidak bisa lagi membuat manajemen sekolah menjadi jauh lebih kondusif,” tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan bentrok siswa SMK 1 dan SMK 3 Makassar, Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta mengatakan akan merevisi peraturan daerah (perda) terkait pendidikan di Kota makassar. “Kita berharap semua desakan dan harapan dibuatkan regulasi. Kita kan ada perda di bidang pendidikan, kita berharap ada revisi,” ungkap Farouk M Betta.

Menurut Aru, sapaan akrab Farouk M Betta, banyaknya kasus yang bermunculan dalam dunia pendidikan disebabkan tidak adanya regulasi yang mengatur, sehingga masalah yang terjadi tidak terselesaikan dengan benar.

“Termasuk dengan perda perlindungan guru dan murid, itu kita sudah masukkan prolegda 2017,” beber Aru, yang juga merupakan ketua Dewan Pendidikan Kota Makassar.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds