Mahasiswa UIN Alauddin Tolak Rencana Parkir Berbayar

Aksi Teaterikal Mahasiswa UIN Alauddin Tolak Rencana Parkir Berbayar di Kampusnya

Aksi Teaterikal Mahasiswa UIN Alauddin Tolak Rencana Parkir Berbayar di Kampusnya

POJOKSULSEL.com, GOWA – Rencana parkir berbayar di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar telah mendapat penolakan keras dari mahasiswa. Padahal parkir berbayar itu sudah pada tahap sosialisasi.

Sebagai bentuk protas, ratusan mahasiswa UIN Alauddin Makassar melakukan unjuk rasa dan teaterikal di Kampus II di Samata. Rencanya, parkir berbayar di Kampus peradaban itu mulai berjalan pada awal Januari 2017 mendatang.

Koordinator aksi, Kefa menilai, meskipun dalam petunjuk pelaksanaanya, biaya parkir yang ditetapkan oleh pihak Kampus UIN Alauddin Makassar hanya Rp1.000 untuk sepeda motor, dan Rp2 ribu untuk mobil. Namun parkir berbayar itu pasti membebani mahasiswa.

“Kami tahu parkir berbayar di UIN Alauddin pasti membebani mahasiswa. Makanya kami tolak dan secara tegas meminta agar kebijakan parkir berbayar dicabut,” kata Kefa, Selasa (29/11/2016).

Menurut Kefa, parkir berbayar di Kampus UIN Alauddin Makassar sudah masuk pada sektor bisnis dan komersialisasi kampus. Apalagi, birokrasi akan melibatkan pihak ketiga sebagai pengelola perparkiran berbayar.

Sebelumnya, Kepala Pusat Pengembangan Bisnis (P2B), Syamsul Qamar mengatakan penerapan perparkiran berbayar pada awal Januari 2017 semata-mata untuk menata perparkiran di UIN Alauddin Makassar. Selama ini, perparkiran di Kampus II UIN Alauddin Makassar dinilai semrawut, dan lahan parkir tidak berfungsi dengan baik. Sehingga, keamanan kendaraan mahasiswa khususnya sepeda motor tidak aman.

Penyosialisasian perparkiran berbayar di Kampus II UIN Alauddin Makassar, telah mencapai 80 persen. Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababari bahkan telah menandatangi nota kesepahaman atau MoU. Jadi atau tidaknya pengelolaan parkir berbayar di Kampus UIN akan diputuskan salam rapat pimpinan (Rapim).

Pengelolaan sistem perparkiran berbayar di Kampus UIN Alauddin Makassar diambila alib oleh PT Auto Parking melalui Kerja sama Operasional (KSO) dengan P2B UIN Alauddin. Mekanisme pembagian hasil pun sudah dirumuskan, yakni 80 persen penghasilan akan masuk ke kas Keuangan UIN Alauddin Makassar. Sementara 20 persen masuk ke perusahaan Auto Parking

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds