Kapolrestabes dan FUIB Sulsel Sepakat Aksi 212 Super Damai

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono menggelar konferensi pers bersama Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan (Sulsel), terkait aksi bela Islam Jilid III pada 2 Desember mendatang. POJOKSULSEL/MUH FADLY

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono menggelar konferensi pers bersama Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan (Sulsel), terkait aksi bela Islam Jilid III pada 2 Desember mendatang. POJOKSULSEL/MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Rusdi Hartono menggelar konferensi pers bersama Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan (Sulsel), terkait aksi bela Islam Jilid III pada 2 Desember mendatang.
Konferensi pers bersama ini berlangsung di Aula Mappauddang, Mapolrestabes Makassar, Selasa (29/11/2016).

Kapolrestabes Rusdi Hartono mengatakan, sesuai kesepakatan aksi 2 Desember atau lebih dikenal dengan aksi 212 itu, akan berlangsung secara super damai. FUIB Sulsel telah berkomitmen bahwa aksi 212 murni dalam lingkup keagamaan.

“Kita bersyukur sudah ada komitmen dari forum umat Islam bersatu Makassar bahwa kegiatan tanggal 2 Desember ini aksi super damai artinya kegiatan betul-betul dilaksanakan memang dalam lingkup keagamaan, diharapkan tidak melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Rusdi Hartono.

Polrestabes Makassar pun telah berkoordinasi dengan FUIB Sulsel tentang finalisasi kegiatan. Pengamanan pun sudah dipersiapkan, dengan mengedepankan pengawalan secar persuasif.

Rencananya, FUIB Sulsel mengambil star dari Mesjid Al Markaz Al Islami Makassar. Mereka akan melakukan long march ke Lapangan Karebosi Makassar.

Olehnya itu, kata Rusdi Hartono, masyarakat tidak perlu khawatir menyikapi aksi 212 tersebut. Ia pun mengimbau agar masyarakat beraktivitas seperti biasa saja.

Juru bicara FUIB Sulsel, Arman Abd Rahman menyampaikan susunan kegiatan dalam aksi bela Islam jilid III. Dia menyebutkan, kegiatan pertama yang akan dilakukan dalam aksi bertajuk super damai ini adalah gelar sajadah, kemudian dilanjutkam dengan zikir dan doa.

“Ini kemudian merujuk kepada kita bahwa, persoalan bangsa ini harus diikutkan dengan doa, karena senjata seorang muslim salah satunya adalah doa,” kata Arman Abd Rahman.

Ia juga mengatakan, aksi bela Islam jilid III ini telah mendapat respon positif dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Sulsel. Sebab, kegiatan tersebut murni kegiatan kebangsaan menuntut penegakan hukum.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds