Gunakan Atlet Ilegal di Polwil, Kemenpora Tegur Dispora Sulsel

pojoksulsel

pojoksulsel

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal menjatuhkan sanksi bagi kontingen yang terbukti menggunakan atlet ilegal, di Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWil) IV, yang diselenggarakan di Malang Jawa Timur  22-25 November 2016.

Sebelumnya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel menduga ada atlet yang tidak berstatus pelajar ikut kontingen Sulsel di POPWil. Sehingga pihak KONI Sulsel mengumpulkan data mengenai atlet yang yang ikut di POPWil.

Terbukti, beberapa atlet khusunya dicabang sepak bola dan pencak silat ada atlet Sulsel yang tidak lagi berstatus pelajar.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora), Dr Yuni Poerwanti memberikan teguran pada Dispora Sulsel yang disinyalir menggunakan pemain ilegal.

Dari data yang dihimpun, atlet Sulsel yang teridentifikasi bukan lagi pelajar berjumlah tujuh orang, diantaranya Ikky, Ciwang, agung, Safri dan Ade.

Menurut Yuni Poerwanti, sanksi akan dijatuhakn kepada semua kontingen daerah yang ikut di Popwil. “Kami akan periksa, kalau terbukti terjadi pencatutan nama, maka atlet itu tidak bolehkan ikut,” katanya, saat menghadiri Sosialisasi dan Bimtek Persiapan Akreditasi Olahraga di Makassar.

Dia menyeselkan, sebab verifikasi data yang kurang akurat sebelum pelaksanaan POPWil. “Harusnya panitianya yang selesaikan atau menyeleksi lebih ketat berkasnya. Kita akan selidiki, kalau terbukti harus ditarik kembali juaranya,” tegas Yani.

Sementara, Kepala Bidang Olahraga Dispora Sulsel Heri Sumiharto, yang ditemui di Makassar, Senin (28/11/2016) mengakui ada atlet yang tidak berstatus pelajar yang ikut di kontingen Sulsel.

Ia mengaku lecolongan dengan adanya atlet yang bukan pelajar. “Mungkin karena pelatih kami bebani dengan target tinggi yakni 3 besar, akhirnya ada cara-cara seperti ini,” kata Heri.

“Yang pasti, kritikan kementerian itu kami terima. Memang ada dua cabang, Sepakbola dan Silat, ada permainan di teknis. Apa boleh buat, kita akan beriakan sanksi kepada pelatih,” ungkap Heri.

Sebab, lanjut Heri, pelatih yang diberikan kewenangan dalam menyeleksi dan menjaring atlet yang diturunkan di POPWil.

Ia menjelaskan, saat pertandingan berlangusng dirinya mendatangi semua vanue pertandingan, setelah mendapat kabar jika ada atletnya yang tidak berstatus pelajar, dan menyampaikan kepada pelatih, agar tidak memainkan atlet bersangkutan.

“Termasuk pelatih sepak bola saya datangi, saya bilang sama pelatih jangan dikasi main kalau bermasalah, dan akhirnya mereka tidak main,” jelas Heri.

Heri mengungkapkan, kontingen lain juga disinyalir menggunakan atlet ilegal, sejingga verifikasi data memang harus lebih ketat. “Hanya saja kami tidak punya data. Tapi dugaan besar kontingen lain pakai atlet yang bukan pelajar,” jelasnya.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds