Gara-gara Suara Desahan, Jaksa Selingkuh dengan Istri Hakim Kepergok Mesum

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, BALI – Dua oknum jaksa, DZ (32) dan AMH (30) kepergok selingkuh di sebuah hotel di Bali. Jaksa perempuan berinisial DZ adalah istri hakim PTUN.

Jaksa dan istri hakim tersebut dipergoki oleh adik ipar DZ di dalam kamar No. 107, Hotel Radha Bali, Jalan Kartika Plaza, Gang Puspa Ayu Kuta Badung, pada Sabtu (26/11) pukul 09.00 Wita.

Adik suami DZ lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta Bali. Polisi lantas menangkap DZ dan AMH. Keduanya diproses karena diduga berzina di dalam kamar hotel.

Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Grup/pojoksulsel.com), perselingkuhan DZ sudah dicurigai suaminya yang seorang hakim sejak beberapa bulan lalu.

Kecurigaan sang suami semakin besar ketika DZ meminta izin pergi ke Bali dengan alasan yang tidak jelas.

Suami DZ yang sedang bertugas di Palu lantas menghubungi salah satu saudaranya, Margareta Bora (30), warga Jalan Laksamana, Perumahan Graha Laksanan Mulya, Renon, Denpasar. Dia meminta bantuan Margareta untuk membuntuti pergerakan istrinya di Bali.

Setelah melakukan penelusuran, Mergareta akhirnya mengetahui keberadaan DZ dan selingkuhannya di Bali. Kedua oknum jaksa tersebut ternyata menginap di sebuah hotel. Keduanya chek in pada Jumat (25/11) pukul 20.00 Wita.

Setelah mendapatkan laporan dari Margaretha, suami DZ, Taufik Adhi Priyanto lantas menghubungi adiknya yang juga PNS Pengadilan Negeri Semarang untuk terbang ke Bali.

Diduga, pria selingkuhan DZ adalah pria bujang yang bekerja di Kejaksaan Semarang. Mungkin saja, sang adik kenal dengan pria berinisial AMH tersebut.

Pada Sabtu (26/11), sang adik pun tiba di Bali. Dia bersama Margareta saling berkoordinasi dan bertemu di Hotel Radha Bali. Sesampainya di sana kecurigaan bahwa DZ berzinah dengan laki-lain itu ternyata benar.

Margareta dan adik ipar DZ mendatangi kamar hotel DZ sekitar pukul 09.00. Keduanya langsung menuju kamar 107 untuk mengecek keberadaan kedua oknum jaksa yang diduga berzina itu.

“Jadi sampainya di hotel, informasi yang didapat dari karyawan memang benar kedua orang pelaku menginap di dalam 1 kamar. Yakni kamar no. 107),” ujar sumber.



loading...

Feeds