Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) Tuan Rumah Pesantren Networker

Pemateri Rekayasa Perangkat Lunak dan MikroTik MTCNA Supono saat menyajikan materi Subnetting usai Pembukaan kegiatan Pesantren Networker MikroTik Certified Routing Engineer (MTCRE), 27 November- Desember 2016 di Resto dan Penginapan Seruni Lojie, Kabupaten Barru, Sulsel. | RIDWAN SYAM

Pemateri Rekayasa Perangkat Lunak dan MikroTik MTCNA Supono saat menyajikan materi Subnetting usai Pembukaan kegiatan Pesantren Networker MikroTik Certified Routing Engineer (MTCRE), 27 November- Desember 2016 di Resto dan Penginapan Seruni Lojie, Kabupaten Barru, Sulsel. | RIDWAN SYAM

UNIVERSITAS Muhammadiyah Parepare (Umpar) melalui lembaga Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustikom Umpar) bersama Media Center Umpar menggelar Pesantren Networkers Routing The World MikroTik Certified Network Associate (MTCNA), Pre-MTCNA (Local Certificate And Optional), MikroTik Certified Routing Engineer (MTCRE), 27 November – 1 Desember 2016 di Resto dan Penginapan Seruni Lojie, Kabupaten Barru.

Materi yang diambil yaitu Android Apps untuk paket keahlian Rekayasa Perangkat Lunak dan MikroTik MTCNA untuk paket keahlian Teknik Komputer dan Jaringan yang dibawakan langsung oleh ahlinya masing-masing, yakni Supono dan Husni Rofiq Muttaqien.

Adapun peserta Pesantren Networkers Routing The World diikuti oleh 20 (Dua Puluh) orang Dosen dari 6 (enam) Perguruan Tinggi diantaranya Universitas Amik Ibnu Palopo, Stimik Dipanegara Makassar, Stimik Handayani Makassar, Universitas Majene, Universitas Islam Makassar, dan Universitas Muhammadiyah Parepare sendiri.

Sekretaris Lembaga PuStikom Umpar, sekaligus ketua panitia kegiatan, Herlan Sanjaya, mengatakan bahwa traning ini diharapkan akan memberikan kemampuan kepada peserta bagaimana mengerjakan secara praktis tentang LAN, protokol TCP/IP dan routing serta mampu merancang dan membangun jaringan intranet dan internet dimulai dari instalasi, pengkabelan hingga pembuatan dan pengelolaan PC router yang pada akhirnya peserta akan dapat melakukan maintenance dan trouble shooting terhadap jaringan komputer.

“Hal tersebut terlihat dari suguhan materi yang akan peserta lakoni selama 5 (Lima) hari yang dirancang agar peserta dapat memahami secara komprehensif materi yang disampaikan, sehingga dapat dimplementasikan secara aplikatif dalam dunia kerja,” paparnya.

Citizen Reporter:

Ridwan Syam



loading...

Feeds