Seluruh Fraksi DPRD Parepare Setuju Ranperda APBD 2017‎ Segera Dibahas

Ilustrasi - Suasana Rapat Paripurna DPRD Parepare.

Ilustrasi - Suasana Rapat Paripurna DPRD Parepare.

FRAKSI gabungan Hanura dan NasDem (Hannas) mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare terkait penggunaan anggaran pembangunan Rumah Sakit Type Plus Pendidikan.

Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-fraksi Ranperda APBD 2017 di Gedung DPRD Parepare.

Fraksi itu pun sepakat membahas Ranperda APBD 2017 untuk ditetapkan menjadi APBD 2017.

Fraksi Golkar (Golkar, PKS, dan PPP) melalui juru bicaranya, Salam Latief, memberikan pandangan terhadap pencermatan anggaran yang alokasinya lebih kepada kesejahteraan masyarakat.

‎”Pengalokasian anggaran lebih kepada peningkatan kesejahteraan masyarkat,” kata Salam Latif.

Sementara itu, pandangan Fraksi Hannas yang melalui juru bicaranya, Heri Ahmadi mengapresiasi keberhasilan Pemkot Parepare selama 2016 ini.

Namun, Fraksi Hannas, kata dia, menyarankan agar Pemkot Parepare mengevaluasi kembali indikator kemiskinan di Parepare, sehingga ada kesamaan pandangan semua SKPD terhadap sistem penanggulangan kemiskinan.

“Kita juga berharap kepada Pemkot Parepare untuk segera memaksimalkan fungsi bangunan dalam kota, sehingga tidak terkesan bangunan mewah tak terurus, seperti Pasar Lakessi, dan Pasar Kuliner,” kata legislator Nasdem ini.

Dia juga memberikan pandangan terkait lanjutan pembangunan tahap II RS Type B Plus sebesar Rp19 miliar tahun 2016 ini, apakah sudah sesuai dengan peruntukannya atau sudah sesuai dengan PMK dan Permenkes.

Sementara itu, Fraksi PAN juga menyetujui Ranperda APBD 2017 untuk dibahas menjadi APBD 2017.

“Paling lambat satu bulan sebelum akhir tahun, APBD sudah harus ditetapkan,” kata Ketua Fraksi PAN Kurtafati.

H Andi Darmawangsa, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, mengatakan, Ranperda APBD 2017 bukan sebatas nilai saja, tapi bagaimana dan cara pemanfaatan anggaran harus terkontrol dengan baik.

“Kita setujui untuk dibahas,” singkat Andi Darmawangsa.

Sedangkan Fraksi Gerbang Indonesia (Gerindra, PKB dan PBB) melalui juru bicaranya, H Sudirman Tansi lebih menekankan pada efisiensi penggunaan anggaran.

Fraksi Demokrat yang terakhir menyampaikan pandangan umum fraksinya yang dibacakan juru bicaranya, Rahmat Sjamsu Alam.

“Kita menerima untuk dibahas tingkat selanjutnya,” tutup Rahmat.

(sps dprd parepare/pojoksulsel)



loading...

Feeds