Duh… Ada Atlet Ilegal Asal Sulsel di POPWil IV, Dispora Mengaku Kecolongan?

Plt Kadispora Sulsel Muhlis dan Kabid Olahraga Dispora Sulsel Heri Sumiharto. | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

Plt Kadispora Sulsel Muhlis dan Kabid Olahraga Dispora Sulsel Heri Sumiharto. | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan (Sulsel) akui ada atlet ilegal di kontingen Sulsel yang tampil di Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (POPWil) IV, di Malang Jawa Timur 22-25 November 2016.

Pelaksana Tugas (Plt) Kadispora Sulsel Muchlis mengatakan, Di POPWil tersebut, Sulsel finish diperingkat kedua sehingga berhak lolos ke Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNas) di Semarang 2017 mendatang. Sulsel kalah dari tuan rumah, Jawa Timur.

“Sebenarnya kita target peringkat ke-3, Alhamdulillah, kami melewati target sekaligus lolos ke POPNas urutan kedua,” kata Muhlis.

Ia menjelaskan, untuk persoalan penggunaan atlet yang bukan pelajar, ia tidak mencampuri soal seleksi atlet yang diturunkan di POPWil. “Saya mempercayakan kepada Kabid Olahraga untuk menangani kontingen, sesuai dengan tupoksinya,” ujar Muhlis.

Sementara, Kepala Bidang Olahraga Dispora Sulsel Heri Sumiharto mengakui ada atet ilegal di tim Sulsel. “Sebenarnya kami bukan kecolongan, ini juga mungkin karena pelatih kami terbebani dengan target tinggi yakni 3 besar,” kata Heri.

Ia mengakui, beberapa atlet yang bukan pelajar ikut dikontingen Sulsel. Termasuk atlet pencak silat dan sepakbola. “Apa boleh buat, kita akan beriakan sanksi kepada pelatih,” ujar Heri.

Heri mengungkapkan, saat pertandingan ia mendatangi semua vanue pertandingan dan menyampaikan kepada pelatih, agar tidak memainkan pemain yang bukan pelajar.

“Termasuk pelatih sepak bola saya datangi, saya bilang sama pelatih jangan dikasi main kalau bermasalah, dan akhirnya mereka tidak main,” jelas Heri.

Heri mengungkapkan, ada dugaan kontingen lain yang menggunakan atlet ilegal. “Hanya saja kami tidak punya data. Tapi dugaan besar kontingen lain pakai atlet yang bukan pelajar,” jelasnya.

Kejadian ini, lanjut Heri akan menjadi bahan evaluasi Dispora Sulsel agar tidak terulang kembali.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds