Capaian Taufan Pawe Selama 3 Tahun Positif, tapi…

POJOKSULSEL - SPS

POJOKSULSEL - SPS

PRESTASI Serta penghargaan yang diraih oleh Pemerintah Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam tiga tahun terakhir memang cukup membanggakan.

Sekitar 20 lebih capaian melalui penghargaan dari sejumlah Lembaga, baik dari Pemerintah pusat maupun Provinsi menjadi tolak ukur bahwa pemerintahan di bawah kendali Wali Kota, HM Taufan Pawe dan perangkat-perangkatnya sangat efektif menjalankan program yang telah dicanangkan.

Yang paling fenomena dari aspek pengelolaan keuangan, Wali Kota bergelar doktor Hukum itu, berhasil mengangkat citra positif Pemerintah melalui penghargaan dari lembaga Badan Pengelola Keuangan (BPK).

Tak hanya itu, Taufan duduk sebagai orang nomor satu di kota kelahiran presiden ke-3 BJ Habibie tersebut, banyak mewarisi sejumlah persoalan, namun bukan berarti kinerja para pendahulu-pendahulunya buruk.

“Hanya membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun, pemerintah mampu meraih Opini WDP Lalu naik tingkat menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Republik Indonesia tahun 2016,”kata Kabag Humas Pemkot Parepare, Amarung Agung Hamka.

Untuk mendapat pengakuan dari Lembaga Negara sebagai simbol penghargaan tertinggi dari segi pengelolaan keuangan Daerah, kata Hamka, Pemerintah dengan dukungan DPRD harus tertatih-tatih dalam memanegs sistem keuangan yang sebelumnya mendapat predikat mengkhawatirkan (Disclaimer).

“Capaian yang kita raih tiga tahun terakhir ini ‎bisa dikatakan sudah melampaui capaian kepala Daerah lain yang notabene memasuki dua priode,”katanya.

Sejumlah tokoh masyarakat dan akademisi di Parepare pun memberi apresiasi akan prestasi yang dicapai oleh pemerintah kota tersebut.

“Itu fakta dan harus mendapat apresiasi. Kami sebagai warga tentu bangga dan mendukung hal itu. Setidaknya menjadi motivasi juga untuk masyarakat,”kata H.A Rahman Saleh, mantan Anggota DPRD dua priode. Senin (28/11/2016)

Mantan Ketua Komisi III DPRD Parepare itu juga mengatakan, prestasi cemerlang yang diraih pemerintah paling tidak dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat untuk berpertasi di sektor masing-masing‎.

Hanya saja, kata dia, ada yang perlu menjadi perhatian berkaitan hal yang bisa dijadikan sumber pendapatan demi peningkatan perekonomian daerah.

“Meski bukan pada rezim pak Wali, ada yang perlu dibenahi dari segi insfrtruktur. Seperti pasar Lakessi dan Pasar UKM, pemanfaatannya secara menyeluruh perlu difikirkan karena pemerintahan sifatnya berkesinambungan,”ungkapnya.

Di tempat lain, salah satu akademisi dari Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar) Muh Nashir menilai, wali kota saat ini punya kemampuan dalam mendesain insfratruktur yang baik.

Kinerja Pemerintahan, menurut Nashir, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

“Kinerjanya sangat maju. Untuk program pembangunan ikon-ikon kota, pak Wali telah menunjukkan kemampuannya dalam mendesain sesuai yang diharapkan. Patut diberi apresiaisi,”ucap tim Ahli bidang insfratruktur di kantor DPRD Parepare ini.

Namun, kata dia, perimbangan insptaruktur yang bersifat ikon dan yang bersentuhan langsung ke masyarakat harus menjadi catatan.‎ Wali kota dan jajarannya, menurut dia, kini sudah on the track.

“Insfratruktur yang ada harus seimbang mana yang merupakan ikon kota mana yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Tinggal bagaiamana menambah dan menciptakan sentuhan-sentuhan dari aspek insfratruktur yang bersentuhan langsung masyarakat,”ungkapnya.

(sps/pemkotpare/pojoksulsel)



loading...

Feeds