Kasus Kekerasan Fotografer LKBN Antara, Dandeninteldam Minta Maaf

Pertemuan antara Komandan Detasemen Intel Kodam (Dandeninteldam) VII Wirabuana Letkol Inf Imasfi dan sejumlah wartawan di Makassar. POJOKSULSEL/MUH FADLY

Pertemuan antara Komandan Detasemen Intel Kodam (Dandeninteldam) VII Wirabuana Letkol Inf Imasfi dan sejumlah wartawan di Makassar. POJOKSULSEL/MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Komandan Detasemen Intel Kodam (Dandeninteldam) VII Wirabuana Letkol Inf Imasfi secara pribadi meminta maaf atas insiden kepada jurnalis saat aksi blokir jalan Tol Reformasi dilakukan Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Sulsel di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Secara pribadi saya meminta maaf atas kejadian ini dan  akan segera dievaluasi,” katanya saat pertemuan dengan jurnalis di Makassar, Sabtu (26/11/2016) malam.

Menurut dia, kejadian itu murni mis komunikasi atau kesalahapaman antara  anggota Intel dengan Jurnalis Darwin Fatir dari LKBN Antara Biro Sulselbar sehingga terjadi insiden.

Selain itu, pihaknya menyatakan apa yang terjadi adalah hanya ketidaktahuan anggota bahwa ada wartawan meliput yang berdekatan lokasi saat aksi unjukrasa di Tol Reformasi dibubarkan.

“Sesuai dengan protap tidak ada aksi selama kunjungan Presiden makanya di bubarkan, ternyata ada wartawan disitu meliput juga terkena insiden,” katanya.

Sementara itu Jurnalis Darwin Fatir menyatakan menerima permohonan maaf terkait insiden tersebut yang menimpa dirinya, hanya saja harus ada catatan.

“Kejadian ini  adalah pengalaman berharga, permintan maaf boleh diterima asalkan harus ada penyataan atau kesepakatan dengan lembaga Jurnalis agar kejadian ini tidak berulang kembali,” tegasnya.

Dirinya menyarankan kepada pihak Kodam VII Wirabuana segera membuat nota kesepahaman dengan lembaga pers yang menauinginya agar tidak terjadi kesalahan yang sama.

Nota Kesepahaman ini bertujuan agar terciptanya sinergitas serta kerja sama antara  kedua belah pihak balik TNI maupun Jurnalis

“Saya menyarankan untuk tidak terjadi hal serupa atau kejadian lainnya kedepan harus di buatkan kesepakatan agar jalinan silaturahmi tetap terjaga dan tidak ada yang dirugikan, sehungga sinergitas Antara TNI dan  Jurnalis bisa sama-sama bersinergi,” harapnya.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds