Hati-hati Gunakan Media Sosial, Rawan Pidana

Ilustrasi

Ilustrasi

PERINGATAN bagi netizen yang suka memberikan informasi palsu (hoax) patut berhati-hati. Bila menuduh seseorang tanpa bukti bisa dikenakan pidana.

Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa, Henry Subiakto mengimbau, untuk masyarakat Indonesia untuk menggunakan media sosialnya dengan baik dan berhati-hati.

“Tapi kalau menyampaikan, menyebarkan fakta-fakta palsu, tuduhan palsu, penyebaran informasi palsu, dan disengajakan, nah itu kena (pidana),” ujarnya di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (26/11/2016).

Dia menerangkan, apabila seseorang hanya menanggapi sebuah informasi ataupun sekadar berpendapat di dunia maya itu tidak apa-apa.

Entah netizen ingin mengkritik pemerintah mau pun memberikan pandangannya melalui tulisan, hal itu diperbolehkan.

Hanya, jika tulisan atau berita yang disebarkan sudah mencemarkan nama baik dan melakukannya secara sadar, oknum tersebut bisa dipidana.

“Menggunakan medsos bebas saja mengkritik boleh-boleh saja. Tapi kalau memalsukan fakta terus menyebarkan tuduhan, itu tidak benar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 pasal 27 ayat tiga tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) menyebutkan, seseorang yang dengan sengaja menyebarkan informasi bermuatan penghinaan atau pencemaran nama baik terancam kurungan enam tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Saat ini, kasus pelanggaran ITE yang paling teranyar adalah Buni Yani yang sudah menjadi tersangka karena menjadi penyebar informasi palsu dan bersifat merusak kerukunan umat.

(uya/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds