Juara Dunia Karateka Indonesia Tumbang di AKF Championship

Karateka Indonesia Ceyco Georgia Hutagalung gagal mempertahankan prestasi World Karate-Do Federation (WKF) setelah tumbang di partai semifinal kejuaraan Asian Karate-do Federation (AKF) Championship, di Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), 25-27 November 2016. | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

Karateka Indonesia Ceyco Georgia Hutagalung gagal mempertahankan prestasi World Karate-Do Federation (WKF) setelah tumbang di partai semifinal kejuaraan Asian Karate-do Federation (AKF) Championship, di Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), 25-27 November 2016. | POJOKSULSEL - ISLAMUDDIN DINI

POJOKSULSEL.om, MAKASSAR – Karateka Indonesia Ceyco Georgia Hutagalung gagal mempertahankan prestasi World Karate-Do Federation (WKF). Atlet andalan Indonesia ini tumbang di partai semifinal kejuaraan Asian Karate-do Federation (AKF) Championship, di Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), 25-27 November 2016.

Ceyco Georgia Hutagalung merupakan juara dunia di kelas +59kg putri, di kejuaraan dunia karate yang digelar di Jakarta 2015 lalu.

Asa mempertahankan gelarnya pupus usai menyerah di partai semifinal oleh karateka Kazakhstan, Berultseva Sofya di kelas kumite -59 kg putri. Ceyco pun harus puas dengan medali perunggu.

Pelatih Timnas Karate Indonesia, ‎Omita Olga Ompi mengatakan, ada tiga atlet yang masuk finalis, namun semuanya gagal meraih emas. “Sebenarnya kita punya peluang, tapi gagal. Mudah-mudaha hari kedua dan ketiga ada perubahan,” katanya.

Hari ini, masih ada beberapa atlet Indoneaia yang bisa mendapatkan emas. Diabtaranya 6 kelas dari junior putra, nomor kata 4 kelas. “Predeksi medali emas ada ditim kata, U-17 putra. Kemudian di Junior Putra,” kata Omita.

Omita menyebut lawan Ceyco disemifinal memang tangguh, apalagi ini pertemuan pertama mereka. “Stamina antara kedua Atlet ini fifty-fifty,” jelasnya.

Karateka Indonesia Ceyco Georgia Hutagalung mengatakan, kekalahan tersebut dikarekan dirinya bermain kurang tenang. “Saya kurang dengar perintah dari pelatih. Karena ada beban saya bawa dipertandingan. Padahal persiapan saya baik dan sama saja,” ungkapnya.

(islamuddin dini/pojoksulsel)



loading...

Feeds